RADAR TULUNGAGUNG - Membahas keris Nusantara tak akan ada habis-habisnya. Ada dapur keris yang menjadi dambaan untuk dimiliki oleh para pecinta dan kolektor pusaka di tanah air.
Namanya dapur Jangkung. Mendengar nama itu, tentu tidak asing lagi bagi para pecinta keris.
Jangkung adalah penamaan untuk keris yang memiliki luk/lekuk) tiga. Tetapi begitu banyak ricikan (kelengkapan) yang ada pada bilah keris luk tiga. Sehingga dapur Jangkung pun bermacam-macam jenisnya.
Ada Jangkung saja, ada Jangkung Dolog (Dolog luk tiga), ada Jangkung Mayang, Jangkung Mangkunegara, dan Jangkung yang lain.
Baca Juga: Namanya Mirip Tanaman Obat Berkhasiat, Keris dengan Pamor Ini Terhitung Cukup Langka
Ada karis luk tiga yang di bagian gandiknya ada ukiran atau ornamen singa, dinamakan Singa Jangkung.
Jika di gandiknya ada ornamen naga disebut Naga Jangkung. Bila ditemukan keris luk tuga dengan ukuran kecil, disebut Patrem Jangkung. Secara prinsip, dapur Jangkung adalah sebutan untuk keris luk tiga.
Dari sekian banyak dapur Jangkung, yang paling populer adalah dapur Jangkung Mangkunegara.
Yakni keris luk tiga dengan ricikan, kembang kacang, lambe gajah, jalen, sogokan rangkep, srawean, dan greneng di bagian ganja.
Dapur tersebut tampak indah sekali. Karena memiliki ricikan yang lengkap.
Jangkung secara harafiah berarti menjangkau. Antau mencapai. Secara filosofi, keris Dapur Jangkung mengandung makna mampu mencapai atau menjangkau yang diinginkan oleh pemiliknya.
Bagi penikmat keris yang percaya isoteri, dapur Jangkung dianggap memiliki tuah yang bagus. Yakni mampu mendukung pemiliknya mencapai cita-citanya. Baik karir maupun di bidang usaha.
Maka zaman dahulu keris jenis ini banyak dicari oleh orang yang mengabdi sebagai abdi dalem kerajaan.
Baca Juga: Keris Pusaka Milik Arjuna Ini Konon Dibuat dari Taring Dewa Pemangsa Manusia, Ini Faktanya
Sekarang banyak dikoleksi oleh orang-orang yang bekerja bidang pemerintahan maupun swasta.
Dapur Jangkung sudah ditemukan pada tangguh atau era Kerajaan Singosari abad ke-11. Dan terus diproduksi dari zaman ke zaman.
Hingga sekarang Dapur Jangkung tetap menjadi buruan para kolektor keris pusaka.
Editor : Dharaka R. Perdana