RADAR TULUNGAGUNG - Ada pamor keris namanya Naga Rangsang. Ini bukan tentang dapur (bentuk) keris naga. Tetapi sekali lagi, ini tentang nama sebuah pamor.
Menilik namanya, pamor keris Naga Rangsang, apakah tatanan pamor tersebut ada pola gambar naga? Ternyata tidak. Jauh dari gambar hewan mitologi tersebut.
Lantas seperti apa visualisasi pamor Naga Rangsang? Ternyata pamor ini berupa gambaran motif seperti pamor blarak (pelepah daun kelapa) tetapi arahnya terbalik.
Pada pamor Blarak rangkaian daunnya mengarah dari sorsoran (bagian bawah bilah) keris, menuju ke pucuk bilah. Sedangkan Pamor Naga Rangsang daunnya mengarah dari atas ke bagian sorsoran.
Zaman dahulu banyak pula orang yang menyebut pamor ini dengan nama Pamor Blarak Sungsang (Blarak terbalik).
Tetapi pamor Naga Rangsang bukan karena terjadi kesalahan dalam penempaan pamor, sehingga jadinya sungsang atau terbalik. Melainkan kejadian pamor ini benar-benar telah dirancang secar cermat oleh sang empu. Dikenal dengan istilah pamor rekaan (direkayasa).
Sama seperti pamor Blarak, pamor Naga Rangsang tampak sangat indah. Namun keberadaannya lebih langka.
Banyak yang percaya pamor Naga Rangsang memiliki tuah akan menumbuhkan dan mengobarkan semangat terhadap pemiliknya.
Zaman dahulu keris ini umumnya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki tanggung jawab yang besar. Baik itu pimpinan prajurit, maupun para pimpinan di bidang lain.
Malah ada yang berkeyakinan dengan memiliki keris pamor Naga Rangsang, seseorang bisa membalikkan keadaan.
Yang tadinya akan kalah, bisa menjadi menang. Yang tadinya berada di posisi bawah bisa menjadi di atas. Tentu saja itu harus disertai usaha keras dan mendapatkan rido dari Yang Maha Kuasa.
Tak peduli siapa pun dan apa pun profesinya, dianggap cocok memiliki keris tersebut. Sehingga pamor ini digolongkan pada jenis pamor tidak pemilih.
Pamor Naga Rangsang bisa terdapat pada bilah keris lurus maupun keris luk (berkelok).
Keris berpamor Naga Rangsang sudah dikenal pada zaman Majapahit, dan zaman-zaman berikutnya.
Karena kelangkaan, keindahan serta mitos dan filosofinya, keris pamor Naga Rangsang masuk dalam nominasi buruan para kolektor.
Sumber: Buku Pamor
Editor : Sandy Sri Yuwana