RADAR TULUNGAGUNG - Ada lagi sebuah dapur keris yang cukup fenomenal. Keris itu dahulu idamannya para saudagar besar nan kaya raya.
Namanya adalah dapur keris Sabuk Inten. Dahulu ada semacam ungkapan yang berbunyi begini; jangan mengaku orang kaya kalau belum mempunyai keris Sabuk Inten.
Dari nama dapur kerisnya saja, sudah bisa diterka. Sabuk artinya ikat pinggang. Inten adalah permata semacam berlian. Jadi secara harafiah Sabuk Inten mempunyai arti bersabuk permata.
Sesuai dengan namanya, dapur keris ini mempunyai ricikan yang mewah dan lengkap.
Dapur Keris Sabuk Inten yakni berupa keris luk 11. Dilengkapi ricikan kembang kacang, lambe gajah, jalen, sogokan rangkap, gusen, kruwingan, sraweyan, pijetan, dan greneng pada bagian ganja.
Dengan ricikan semacam itu, pasti keris tersebut tampak apik, indah dan mewah. Apa lagi jika keris Sabuk Inten dilengkapi dengan pamor yang bagus, pasti akan semakin memikat.
Menilik kelengkapan ricikan yang semacam itu, tentu saja pembuatan keris tersebut sangat membutuhkan kecermatan yang tinggi.
Secara filosofi keris ini mengandung makna hidup penuh dengan kesejahteraan.
Meski mewah keris ini sudah ditemukan pada era kerajaan Singosari sekitar abad XII.
Kebesaran nama Sabuk Inten terus berlangsung hingga zaman Majapahit, Pajang, Mataram, hingga sekarang.
Produksi keris jenis yang satu ini tak pernah berhenti sampai saat ini. Bagi para empu, membuat keris Sabuk Inten semacam tantangan dan keharusan. Predikat sebagai empu belum afdol jika belum melahirkan karya keris Sabuk Inten.
Dapur Sabuk Inten sejak zaman kuno, dimiliki oleh para saudagar, pedagang, dan para pejabat kerajaan.
Bagi yang percaya akan isoteri, keris ini dipercaya memiliki tuah mampu memperkaya pemiliknya. Pemiliknya juga dipermudah dalam mencari rezeki. Syaratnya harus ulet dan rajin bekerja.
Selain itu keris yang satu ini sering dianggap akan menambah kewibawaan bagi pemiliknya.
Sumber: Dapur Keris Jawa
Editor : Sandy Sri Yuwana