Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Benarkah Bulan Syawal Baik untuk Menikah? Berikut Penjelasan Sesuai Hadis Rasulullah SAW

Dharaka R. Perdana • Senin, 31 Maret 2025 | 17:29 WIB

Menikah pada bulan Syawal merupakan sesuatu yang baik. (SEAART.AI)
Menikah pada bulan Syawal merupakan sesuatu yang baik. (SEAART.AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Umat Islam selalu menyambut gembira kedatangan bulan Syawal atau Sawal.

Alasannya bulan Syawal menandai berakhirnya Ramadhan dan merayakan Idul Fitri atau Lebaran.

Tak mustahil, saat bulan Syawal dimanfaatkan banyak orang untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan.

Baca Juga: Pelatih Pastikan Gregoria Mariska Tetap Tinggal di Asrama Pelatnas PBSI Meski Baru Menikah

Namun tahukah kamu jika bulan Syawal juga dianggap sebagai bulan yang baik untuk menikah?

Dilansir dari kemenag.go.id, kebaikan bulan Syawal untuk menikah berbeda dengan zaman jahiliyah dulu yang meyakini bahwa bulan Syawal adalah pantangan untuk menikah.

Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam justru menampik keyakinan tersebut.

Sebagai bentuk penolakan beliau justru menikahi Sayyidah ‘Aisyah pada bulan Syawal, dan​ menggaulinya pada bulan Syawal.

Baca Juga: Angga Yunanda dan Shenina Cinamon Resmi Menikah, Berikut Biodata dan Profil Keduanya

Berikut ini adalah teks haditsnya;

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي.... متفق عليه

Artinya, “Dari Aisyah RA ia berkata, ‘Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali juga, pent) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri-istri beliau SAW yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?’” (Muttafaq ‘Alaih).

Menurut Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, hadits ini mengandung anjuran untuk menikahkan, menikah, atau berhubungan suami-istri pada bulan Syawal.

Dengan hadits ini pula para ulama dari kalangan madzhab Syafi’i menegaskan pandangan atas kesunahan hal tersebut.

Lebih lanjut, Muhyiddin Syaraf An-Nawawi menyatakan bahwa perkataan Sayyidah Aisyah RA di atas ditujukan untuk menyangkal kemakruhan menikah, menikahkan, atau berhubungan suami-istri di bulan Syawal, yang telah menjadi praktik pada masa jahiliyah dan menguasai pikiran sebagian orang awam pada saat itu.

فِيهِ اسْتِحْبَابُ التَّزْوِيجِ وَالتَّزَوُّجِ وَالدُّخُولِ فِي شَوَّالٍ، وَقَدْ نَصَّ أَصْحَابُنَا عَلَى اسْتِحْبَابِهِ، وَاسْتَدَّلُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ وَقَصَدَتْ عَائِشَةُ بِهَذَا الْكَلَامِ رُدَّ مَا كَانَتِ الْجَاهِلِيَّةُ عَلَيْهِ وَمَا يَتَخَيَّلُهُ بَعْضُ الْعَوَامِ اليَوْمَ مِنْ كَرَاهَةِ التَّزَوُّجِ وَالتَّزْوِيجِ وَالدُّخُولِ فِي شَوَّالٍ وَهَذَا بَاطِلٌ لَا أَصْلَ لَهُ وَهُوَ مِنْ آثَارِ الْجاَهِلِيَّةِ كَانُوا يَتَطَيَّرُونَ بِذَلِكَ لِمَا فِي اسْمِ شَوَّالٍ مِنَ الْاِشَالَةِ وَالرَّفْعِ

Baca Juga: Desa di Tulungagung Ini Dulunya Bisa Melangsungkan Pernikahan Tanpa KUA, Desa Manakah Itu?

Artinya, “Hadits ini mengandung anjuran untuk menenikahkan, menikah, atau dukhul pada bulan Syawal sebagaimana pendapat yang ditegaskan oleh para ulama dari kalangan kami (mazhab Syafi’i).

Mereka berargumen dengan hadits ini, Siti Aisyah RA dengan perkataan ini, bermaksud menyangkal apa telah dipraktikkan pada masa jahiliyah dan apa menguasai alam pikiran sebagian orang awam pada saat itu bahwa makruh menikah, menikahkan atau berhubungan suami istri di bulan Syawal.

Padahal ini merupakan kebatilan yang tidak memiliki dasar dan pengaruh pandangan orang jahiliyah yang menganggap sial bulan tersebut karena kata Syawal yang diambil dari 'isyalah' dan 'raf̕’' (mengangkat),”

Baca Juga: Pernikahan Dini Masih Jadi Tantangan Serius bagi Pemkab Trenggalek, Tahun 2024 Ada 83 Kasus

Berpijak dari penjelasan singkat ini, kita dapat memahami di samping puasa enam hari di bulan Syawal, ada juga dianjurkan lain pada bulan Syawal yaitu menikah, menikahkan, atau berhubungan suami-istri.

Pendek kata, Syawal menurut para ulama dari kalangan mazhab Syafi’i merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk menikah.

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#pernikahan #menikah #Sawal #bulan syawal #syawal