RADAR TULUNGAGUNG - Ada beberapa alasan yang mendasari seseorang menikah bulan Syawal. Walaupun sebenarnya menikah di bulan apapun dipersilakan.
Alasan menikah bulan syawal bukan berdasarkan ketentuan Agama Islam, namun lebih pada tradisi atau kebiasaan masyarakat setempat saja.
Sejumlah alasan logis dikemukakan alasan menikah bulan syawal. Berikut ini beragam alasan menikah bulan syawal seperti dilansir dari Ngaji Jodoh.
Baca Juga: Benarkah Bulan Syawal Baik untuk Menikah? Berikut Penjelasan Sesuai Hadis Rasulullah SAW
1. Suasana Hari Raya
Syawal adalah bulan yang di dalamnya terdapat Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu hari raya dalam kalender Islam ini dirayakan kaum muslimin pada tanggal 1 Syawal.
Tentu saja suasana kegembiraan ini sangat pas jika berdekatan dengan pesta pernikahan atau walimatul ursy.
Memang, acara penikahan jarang yang dilakukan pada tanggal 1 Syawal. Namun, acap kali digelar pada pekan kedua dst.
Baca Juga: Pelatih Pastikan Gregoria Mariska Tetap Tinggal di Asrama Pelatnas PBSI Meski Baru Menikah
2. Momen Silaturahmi dan Berkumpul Keluarga.
Masyarakat Indonesia punya tradisi mudik ketika bulan Syawal. Mumpung banyak keluarga besar yang pulang kampung bisa sekalian hadir ke pernikahan kerabatnya.
Jika bulan selain Syawal, hal ini tentu akan sulit kumpul.
Alangkah bahagianya pernikahan kita dihadiri kerabat yang jauh merantau atau keluarga yang selama ini jarang berjumpa. Sekalinya berjumpa pas nikahan dan bergembira.
3. Libur Nasional dan Cuti Bersama.
Hari raya Idul Fitri menjadi hari besar paling penting dalam kalender umat Islam. Sehingga pemerintah memberi libur lebih lama bagi dunia kerja dan pendidikan.
Bahkan ditambah cuti bersama yang mengiringi libur tanggal merah Idul Fitri. Di sinilah momen yang baik jika ingin menggelar acara pernikahan.
Lebih besar untuk dihadiri kerabat dan teman dalam acara pernikahan kita. Karena masih suasana libur panjang.
Baca Juga: Desa di Tulungagung Ini Dulunya Bisa Melangsungkan Pernikahan Tanpa KUA, Desa Manakah Itu?
4. Agenda Penting Pemerintah Indonesia
Bulan Syawal adalah momen hari raya Islam yang kemudian oleh pemerintah Indonesia dijadikan agenda penting.
Salah satunya dengan menetapkan kebijakan libur panjang, cuti bersama dan aturan tunjangan hari raya (THR).
THR menjadi banyak harapan bagi pekerja di Indonesia. Dengan begitu, bisa merayakan hari bahagia. Salah satunya dengan menggelar acara pernikahan.
Sehingga ini menjadi solusi untuk ‘menambal’ kebutuhan dana acara pernikahan.
Baca Juga: Pernikahan Dini Masih Jadi Tantangan Serius bagi Pemkab Trenggalek, Tahun 2024 Ada 83 Kasus
5. Islam Tidak Mengenal Hari Bagus atau Hari Sial
KH Muammal Hamidy, seorang ulama Jawa Timur pernah mengatakan semua hari itu baik untuk hajatan.
Pilihlah hari jika mengundang orang banyak maka dengan mudah bisa hadir semua.
Kesimpulan tersiratnya pilihlah hari libur sehingga banyak yang bisa hadir.
Jangan menggelar acara pas hari kerja atau pas tanggal hitam. Akan sedikit yng bisa hadir karena tidak bisa libur kerja atau sekolah, apalagi banyak kerabat yang di luar provinsi domisilnya.
Editor : Dharaka R. Perdana