RADAR TULUNGAGUNG - Ada satriya agung dari Negeri Astina (dalam kisah Mahabarata) yang namanya terpatri dalam dapur sebuah keris.
Dia adalah Adipati Karno, senapati Astina dalam perang Baratayuda. Dalam perang tersebut Karno harus membela keluarga Kurawa melawan para Pandawa dari Kerajaan Amarta.
Sementara dalam dunia perkerisan, ada nama dapur yang sangat populis, yakni dapur keris Karno Tinanding. Secara harafiah artinya Karno yang sedang bertanding dalam peperangan.
Penamaan dapur keris Karno Tinanding, pasti karena sang empu ketika mbabar (membuat) sebilah keris terinspirasi dari nama besar Prabu Karno.
Dapur keris Karno Tanding mulai muncul pada era akhir Kerajaan Majapahit. Pada masa itu, kitab dan kisah Mahabarata sudah populer di Majapahit.
Keris dapur Karno Tinanding memiliki ciri khusus yang tidak tidak terdapat pada keris dapur lain. Yakni pada Karno Tinanding terdapat dua gandik dan dua kembang kacang tlale gajah.
Dua gandik dan dua kembang kacang itu berada di sisi kanan dan kiri sorsoran (bagian bawah) bilah keris.
Dapur keris ini bisa berada pada keris berbentuk lurus, dan banyak pula yang terdapat pada keris luk.
Baca Juga: Pamor Keris Ini, Bisa Melindungi Pemiliknya Dari Gangguan Lahir Maupun Batin, Benarkah Demikian?
Meski ditemukan sejak zaman Majapahit, tetapi keris tersebut baru digandrungi pada era Mataram Islam.
Terbukti keris Karno Tinanding yang beredar di kalangan masyarakat pada umumnya bertangguh Mataram.
Meski dapur Karno Tinanding sangat mengemuka, tetapi barangnya jarang sekali ditemukan. Keberadaannya sangat langka.
Keris ini secara isoteri dipercaya akan menambah kewibawaan dan rasa percaya diri pada sang pimilik.
Keris dengan dapur Karno Tinanding memiliki pesan moral untuk meniru sikap Prabu Karno. Yakni pemberani, jujur, pantang menyerah, ihklas, dalam membela negara.
Dalam kisah perang Baratayuda, Karno akhirnya harus gugur ketika bertanding melawan Arjuna, panengah Pandawa dari pihak Amarta.
Sebenarnya Karno adalah saudara tunggal ibu dengan Pandawa. Tetapi Karno harus melawan para Pandawa, karena sejak muda Karno telah tinggal di Astina. Karno Muda telah diangkat menjadi Adipati di wilayah Angga, oleh Prabu Duryudana, sang Raja Astina.
Untuk menunjukkan darma bakti kepada Duryudana dan sekaligus sebagai baktinya terhadap Kerajaan Astina, Karno rela berperang melawan Pandawa, saudaranya sendiri.
Baca Juga: Keris Dapur Umyang Mencelakai Orang yang Tak Bayar Utang? Faktanya Justru Berbeda 180 Derajat
Meski sebenarnya Karno tahu Duryudana berada pada pihak yang salah. Meski dia tahu bahwa dirinya akan kalah dalam peperangan.
Niatnya, dirinya tidak berperang membela Duryudana yang salah dan angkara. Tetapi dia bermaksud berperang membela negara. Itulah jalan darma yang harus dia ambil. Yakni darma sebagai satriya pembela negara.
Baca Juga: Namanya Mirip Kelompok Suporter Persis Solo, Keris Dapur Ini Merupakan Lambang Kemenangan
Sumber: Dapur Langka