RADAR TULUNGAGUNG - Keris dengan ukir motif naga di bagian gandik, ada beberapa macam. Nama dapurnya pun bermacam-macam. Tergantung ricikan (kelengkapan) lain yang menyertai.
Salah satunya adalah keris dapur Naga Pasa (Nogo Poso). Ada juga yang menyebut dengan dapur Naga Tapa (Nogo Topo).
Semua keris berdapur Naga, memiliki filosofi dan mitos yang kuat. Demikian juga keris berdapur Naga Pasa ini.
Dapur keris Naga Pasa ciri khususnya adalah keris naga yang bilahnya berbentuk lurus. Ada relief naga di bagian gandik. Sedangkan tubuhnya membujur lurus dari sorsoran (bagian bawah bilah) sampai ke pucuk. Di bagian ganja dilengkapi ricikan greneng.
Dapur keris Naga Pasa sudah muncul sejak zaman Majapahit. Dan mengemuka lagi pada akhir era Mataram Islam.
Dapur keris ini tergolong dapur langka. Sehingga pantas kalau diburu oleh para pecinta keris. Otomatis keris tersebut juga memiliki nilai jual tinggi.
Secara harfiah Naga Pasa memiliki arti naga (hewan mitologi sebangsa ular raksasa) yang sedang berpuasa. Atau naga yang sedang bertapa.
Filosofinya, naga dimaknai sebagai orang kuat dan berkuasa hendaknya selalu menahan nafsunya. Jangan sombong, jangan serakah, jangan mau menangnya sendiri. Maka dia harus berpuasa dan bertapa.
Dengan berpuasa atau bertapa diharapkan sang penguasa mampu menahan segala hawa nafsunya.
Setelah berpuasa dia akan menjadi lebih kuat, lebih sakti, dan lebih berwibawa.
Secara isoteris, keris dapur ini diyakini akan membuat pemiliknya selamat dalam berbagai peristiwa yang krusial, juga selamat jika terjadi bencana.
Keris ini dahulu umumnya dimiliki oleh para pimpinan atau penguasa, yang sedang talak brata (menjalani kehidupan spiritual).
Namun saat ini keris tersebut bisa dimiliki oleh siapa saja. Utamanya bagi mereka yang mengutamakan keindahan secara eksoteris (objektif).
Keris Naga Pasa juga muncul dalam kisah Ramayana versi Jawa. Dikisahkan keris Naga Pasa adalah milik Pangeran Indrajit, putera Prabu Rahwana dari Kerajaan Alengka.
Ketika maju ke medan laga, Indajit menggunakan pusaka andalannya Naga Pasa.
Indrajit melemparkan Naga Pasa ke udara. Pusaka tersebut menjelma menjadi ribuan ular, yang kemudian menyerang dan menewaskan banyak pasukan kera prajurit Sri Rama.
Tetapi ada pepatah, di atas langit masih ada langit. Akhirnya Indrajit pun berhasil disirnakan oleh Raden Laksman, adik Sri Rama.
Sumber : Dapur Keris
Editor : Sandy Sri Yuwana