RADAR TULUNGAGUNG - Penamaan pamor pada sebilah keris selalu mempertimbangkan berbagai makna yang terkandung di dalamnya.
Ada makna tersurat, dan ada makna yang tersirat. Makna tersurat adalah makna yang tertulis secara jelas (harafiah). Sedangkan makna tersirat adalah makna yang tersamar, tetapi nyata adanya.
Salah satunya adalah pamor Pari Sawuli. Secara tersurat pamor Pari Sawuli berarti padi setangkai. Yakni setangkai pohon padi yang dipenuhi dengan butiran-butiran buah padi.
Tetapi makna tersiratnya sangat dalam. Pada keris berpamor Pari Sawuli terkandung tuntunan agar manusia hidup sederhana dan tekun.
Padi juga sering digunakan sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran.
Secara penampilan keris pamor Pari Sawuli sangat artistik. Sangat indah. Tergambar semacam batang padi menjuntai dari sorsoran menuju ke pucuk bilah.
Kemudian dari batang muncul daun-daun ke arah kiri kanan batang, dengan gambaran butiran buah padi.
Sungguh bukan karya yang sederhana. Tapi karya yang sangat rumit dan atistik.
Pamor Pari Sawuli tergolong tatanan pamor miring, yang telah direncanakan secara matang oleh sang empu.
Pamor ini sejak dahulu bisa dimiliki oleh siapa saja. Tidak memandang status sosial.
Secara mitos pamor tersebut dianggap memiliki tuah agar si pemilik hidup berkecukupan dan bahagia dalam berkeluarga.
Pamor Pari Sawuli awalnya ditemukan dalam keris tangguh Tuban. Kemudian juga ditemukan di era sesudahnya.
Keris Pari Sawuli jamak terdapat pada keris lurus maupun keris luk.
Tetapi keris pamor ini sangat jarang ditemukan di tengah masyarakat. Sekali lagi sangat langka. Tentu karena rumitnya dalam proses pembuatannya.
Pada zaman sekarang, pada keris tangguh Kamardikan, pamor Pari Sawuli biasanya disertai pahatan pada bilah kerisnya.
Pahatan tersebut mengikuti bentuk pola pamor. Sehingga pamor Pari Sawuli tangguh Kamardikan secara visual lebih realistis. Semakin mirip dengan bentuk tangkai dan butiran padi sesungguhnya. ***
Sumber : Pamor Langka
Editor : Sandy Sri Yuwana