Ini adalah pamor keris yang luar biasa. Luar bisa mitosnya, juga luar biasa keindahannya. Namanya adalah pamor Ganggeng Kanyut.
Terdiri dari kata Ganggeng yang berarti tanaman ganggang yang biasanya tumbuh di rawa-rawa atau di sungai dangkal, dan Kanyut yang berarti hanyut atau mengambang.
Secara harafiah, ganggeng kanyut adalah tanaman ganggang yang mengambang melambai-lambai di permukaan air.
Pamor Ganggeng Kanyut memiliki dua makna. Yakni tanaman ganggeng yang memiliki akar kuat tertancap berserabut di dasar air. Tetapi daun dan bunganya melambai-lambai indah di atas permukaan air, seirama dengan aliran arus air.
Secara filosofi pamor ini memiliki pesan, kauatkanlah pendirianmu sebagaimana kuatnya akar ganggeng di dasar air. Tetapi bersikaplah lembut, ramah, dan bergaul dengan siapa saja seperti luwesnya lambaian daun ganggeng.
Secara visual pamor Ganggeng Kanyut tampak seperti lukisan bunga dan daun berwarna putih menjulur dan melambai, di antara guratan pamor tipis yang digambarkan sebagai arus air.
Pamor tersebut memenuhi seluruh permukaan bilah, mulai dari sorsoran sampai ke pucuk keris.
Ganggeng Kanyut tergolong pamor miring dan merupakan pamor rekaan, yang desainnya telah dipersiapkan oleh sang empu.
Pamor ini sudah muncul pada keris-keris tangguh Majapahit. Dan tetap menjadi pamor andalan para empu higga zaman-zaman berikutnya, sampai sekarang.
Pamor Ganggeng Kanyut lazim terdapat pada keris berbentuk lurus maupun keris luk.
Keris yang bilahnya dihiasi pamor Ganggeng Kanyut, dipercaya memiliki tuah yang bagus. Yakni membuat pemiliknya disukai dalam pergaulan, dicintai oleh pimpinan, dan mudah dalam mencari rezeki. Tentu dengan kehendak Sang Maha Pencipta.
Keris ini sejak dahulu bisa dimiliki oleh siapa saja. Dan tergolong sebagai pamor yang tidak pemilih.
Tak khayal jika sampai sekarang keris pamor Ganggeng Kanyut tetap diminati oleh para pecinta keris pusaka.
Sumber: Buku Pamor
Editor : Sandy Sri Yuwana