RADAR TULUNGAGUNG - Mencermati dapur-dapur keris sepuh (kuno), kurang lengkap jika tidak membahas dapur yang satu ini. Namanya adalah dapur Megantara.
Keris dapur Megantara diperkirakan sudah ada sejak abad ke-10.
Dari segi nama maupun rancang bangun atau bentuknya, dapur keris ini sangat menarik. Juga makna filosofinya yang dalam. Apa lagi ditambah bumbu-bumbu mistik serta tuahnya, membuat dapur ini makin seksi untuk disimak.
Nama Megantara merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Jawa. Yakni mega dan antara. Mega berarti awan atau angkasa. Sedangkan antara berarti luas, yang merujuk pada luasnya alam raya. Secara harafiah Megantara berarti angkasa yang luas.
Sedangkan secara filosofi maknanya, manusia hendaknya memiliki wawasan yang luas. Berpandangan jauh, serta berlapang hati dalam menyikapi kehidupan.
Hal tersebut dikaitkan dengan doa dan permohonan sang empu, agar pemilik keris dapur Megantara memiliki kehidupan yang baik, dicerahkan, berpandangan luas, dan mendapatkan kemuliaan lahir batin.
Keris dapur Megantoro merupakan keris luk 7 (berlekuk 7). Bentuk luknya sangat khusus. Yakni luknya berkelok tajam pada bilah bagian bawah. Sedangkan di bagian atas cenderung lurus. Bentuk luk itulah yang sangat membedakan dapur Megantara dengan keris luk 7 yang berdapur lain.
Dapur Megantara memiliki ukuran panjang bilah normal, sekitar 37 sentimeter, dan bilahnya agak tebal.
Ricikannya yang kas berupa kembang kacang pogog. ricikan lain adalah gandik, lislisan, kruwingan, ada-ada, ganjanya kelap lintah ngancing gelung, serta greneng. Rangkaian ricikan dapur Megantara, membuat keris jenis ini tampil begitu eksotis.
Luk 7 pada Megantara, dalam bahasa Jawa disebut luk pitu. Maknanya akan senantiasa mendapatkan pitulungan (pertolongan). Dan sebaliknya, para pemilik keris luk 7 juga harus suka memberi pertolongan.
Bagi yang percaya mitos, keris dapur Megantara akan membuat pemiliknya hidup tentram, disukai dalam pergaulan, dan sukses dalam karir serta mudah mendapatkan rezeki.
Tentu tuah keris hanya bersifat pelengkap. Yang lebih penting adalah usaha manusianya. Serta lebih utama lagi tentu kehendak Yang Maha Kuasa.
Meski dapur Megantara sudah ditemukan pada era Kabudan, tetapi pada era Mataram Senopaten dan Mataram Sultan Agung, dapur ini banyak diduplikasi. Tentu dengan berbagai perkembangan garap yang lebih berfariasi. Antara lain berupa dapur Megantara luk 5.
Keris Megantara yang original sepuh, tak peduli apa pun pamornya, memiliki nilai jual yang tinggi.
Sampai saat ini para kolektor keris pusaka terus berlomba-lomba untuk mendapatkan keris berdapur Megantara.
Sumber: Dapur Keris Sepuh
Editor : Sandy Sri Yuwana