RADAR TULUNGAGUNG - Salah satu keris Jawa yang langka tetapi populer, adalah dapur Sepang. Keris berdapur Sepang ini juga merupakan salah satu keris tangguh sepuh alias kuno.
Dapur Sepang sudah dibabar (dibuat) oleh empu pada zaman kerajaan Majapahit. Keberadaannya tergolong langka.
Keris Sepang yang original sepuh jarang ditemukan di tengah masyarakat. Tetapi justeru keberadaannya yang langka itulah yang membuat keris dapur Sepang menjadi favorit bagi para kolektor pusaka. Baca Juga: Keris Eksotis yang Sarat Filosofi dan Mistis ini Berdapur....
Awalnya dapur Sepang merupakan keris lurus dengan ukuran panjang sedang dan bilahnya agak tipis. Keris ini tanpa dilengkapi ada-ada dan tidak memiliki gandik.
Ciri khusus keris Sepang terletak pada bagian ganja. Yakni memiliki dua sisi ganja, bagian kanan dan kiri, dengan bentuk yang sama.
Secara filosofi, dua sisi ganja yang sama itu dimaknai sebagai penjaga keseimbangan.
Keris dapur Sepang lantas dianggap sebagai manifestasi doa sang empu, agar pemilik keris tersebut bisa menjaga keharmonisan rumah tangganya. Juga doa agar si pemilik keris bisa diterima dalam pergaulan.
Setelah zaman Majapahit, dapur Sepang jarang dibabar (dibuat) oleh para empu di era kerajaan berikutnya. Yakni tangguh Tuban, Pajang, dan Mataram Islam.
Seiring berjalannya waktu, dapur Sepang diproduksi lagi oleh para empu di zaman modern. Yakni dengan tangguh Kamardikan.
Pada Sepang tangguh Kamardikan, lazim muncul banyak divariasi. Antara lain ditampilkan dengan bentuk bilah luk (lekuk). Juga dengan ganja wilut.
Meski Sepang tangguh Kamardikan secara visual lebih perfect (sempurna), tetapi para kolektor tetap menghargai dapur Sepang sepuh lebih tinggi nilainya.
Sekali lagi, keris dapur Sepang yang original kuno benar-benar sulit ditemukan di peredaran.
Tentu saja kelangkaan tersebut bukan satu-satunya alasan yang mengakibatkan keris dapur Sepang menjadi favorit. Tetapi juga favorit karena beberapa alasan lain. Misal karena bentuknya, keunikannya, nilai filosofi, dan sebagainya.
Secara etimologi (asal-usul kata), Sepang ditafsirkan berasal dari kata secang. Yakni sejenis tanaman obat yang kasiatnya bisa diandalkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Terkait dengan itu, keris Sepang lantas dianggap memiliki isoteri dan tuah, untuk menjaga kesehatan tubuh pemiliknya.
Sepang dalam kerata basa (penggabungan unik kata / suku kata) Bahasa Jawa, berasal dari kata sepasang. Tak lain untuk menunjuk pada bentuk sepasang sisi ganja yang sama, di bagian kanan dan kiri.
Kata sepasang menjadi Sepang, dimaknai sebagai sepasang kekasih atau suami isteri. Karenanya keris Dapur Sepang lantas dianggap memiliki tuah agar suami isteri dapat hidup langgeng, setia, hingga kaken ninen (menjadi kakek dan nenek).
Sampai muncul pameo lama yang berbunyi; simpanlah keris Sepang, agar pasanganmu tidak selingkuh.
Percaya atau tidak, zaman dahulu keris dapur Sepang umumnya dikoleksi oleh pengantin baru dan para priyayi luhur. Dengan harapan, doa sang empu pembuat kerias dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber: Dapur Keris
Editor : Sandy Sri Yuwana