RADAR TULUNGAGUNG - Banjir yang sering menerjang Tulungagung pada zaman dahulu ternyata menjadi inspirasi untuk menciptakan karya seni.
Tak mustahil, Tulungagung sampai sekarang juga disebut Bumi Ngrowo yang dulu sempat disematkan sebagai nama daerah.
Jika sebelumnya ada lagu yang mengisahkan banjir di Tulungagung yang berjudul Oh Nasib Tulungagung, namun lagu ini kebalikannnya.
Baca Juga: Gambarkan Peristiwa Banjir Besar, Begini Lirik Lagu Oh Nasib Tulungagung, Isinya Bikin Merinding
Lagu ini justru mengisahkan kondisi terkini Tulungagung usai banjir besar sudah tidak lagi terjadi.
Bahasa yang digunakan pun Bahasa Jawa baku dengan iringan karawitan, sedangkan Oh Nasib Tulungagung menggunakan Bahasa Indonesia.
Lagu atau tembang yang dimaksud berjudul Kutha Rawa (Kulon Kutha Tulungagung), liriknya pun lebih pendek dibanding lagu Oh Nasib Tulungagung.
Baca Juga: Banjir Area Perkotaan Tulungagung Mulai Sering Terjadi, Dinas Terkait Sulit Mengatasi Karena Hal Ini
Berikut lirik tembang Kutha Rawa (Kulon Kutha Tulungagung) berikut terjemahannya.
Kulon kuthaTulungagung saiki
(Sisi barat perkotaan Tulungagung sekarang)
Kaline mili mangidul pranyata
(Aliran air sungai mengarah ke selatan)
Wus sirna bebaya banjir
(Hilang sudah bahaya banjir)
Taneman tetukulan sak kala bisa anglilir
(Setiap tanaman pun bisa tumbuh)
Tegal… Sawahe… tikel pametune
(Kebun dan sawah berlipat hasilnya)
Biyen karan Ngrawa saiki dadi kutha..
Editor : Dharaka R. Perdana