RADAR TULUNGAGUNG - Penamaan pamor pada keris jamaknya mengacu pada pola atau bentuk, atau perlambang yang muncul pada sebilah keris.
Sehingga begitu disebut nama pamornya, langsung bisa dibayangkan seperti apa visualnya. Misal pamor Blarak Sineret menggambarkan pelepah daun kelapa. Pamor keris Lar Gangsir melukiskan sayap jangkrik. Pamor Sekar Kopi berupa gambaran bunga kopi. Dan sebagainya.
Sebagian besar pamor-pamor keristersebut telah dirancang sebelumnya oleh sang empu.
Tetapi ada penyebutan pamor yang tidak mengacu pada bentuk pola maupun lukisannya. Melainkan karena keberadaan atau posisinya, serta proses terjadinya. Pamor jenis ini, dinamakan pamor Simbang.
Pamor Simbang ada tiga macam. Yakni Simbang Kurung, Simbang Patawe, dan Simbang Raja.
Pamor Simbang merupakan pamor yang mencuat atau menonjol keluar dari bilah. Pamor ini terbuat dari bahan meteor yang banyak kandungan titaniumnya. Sehingga memiliki kekerasan yang luar biasa. Bisa diartikan pamor tersebut dibuat dengan material berkualitas tinggi.
Pamor simbang tidak langsung muncul sejak sebuah keris dibuat oleh sang empu. Melainkan muncul setelah keris berusia puluhan atau ratusan tahun.
Sebenarnya proses kejadiannya bukan pamornya yang mencuat. Melainkan ketika keris sudah berusia tua, besi pada bilah yang memgalami aus atau penyusutan.
Sedangkan pamor yang keras karena banyak kandungan titanium, itu bertahan alias tidak aus. Sehingga kesannya seperti menyembul ke atas permukaan bilah. Ya inilah yang lantas disebut pamor Simbang.
Pamor simbang posisinya muncul melintang dan melingkar di bagian gandik. Kalau hanya satu garis yang melintang disebut Simbang Kurung. Kalau dua garis melintang disebut Simbang Patawe. Sedangkan kalau tiga garis melintang dinamakan Simbang Raja.
Kehadiran pamor Simbang tentu menambah keindahan serta keunikan pada sebilah keris.
Mencermati proses kejadiannya seperti itu, pamor Simbang hanya terdapat pada keris-keris sepuh alias kuno. Umumnya keris tangguh Majapahit dan Mataram Islam. Tidak ada keris usia muda semacam tangguh Kamardikan, berpamor Simbang. Pamor tersebut tidak bisa dipalsukan atau diputrani (diduplikat).
Secara isoteri pamor ini diyakini akan berdampak positif bagi pemiliknya. Pemilik keris pamor Simbang akan mendapat keberuntungan, mudah bergaul, banyak rezeki dan terhindar dari berbagai fitnah serta mara bahaya.
Sumber: Buku Pamor
Editor : Sandy Sri Yuwana