RADAR TULUNGAGUNG - Ada sebuah pamor keris yang maknanya menggambarkan betapa kerasnya kehidupan alam. Pamor tersebut dinamakan pamor Segara Wedi.
Pamor keris ini terdiri dari dua kata, segara artinya lautan, sedangkan Wedi artinya pasir. Secara harafiah Segara Wedi berarti lautan pasir atau padang pasir. Seolah tergambar hamparan pasir yang panas dan kering kerontang.
Penamaan pamor keris tersebut bermakna betapa keras dan beratnya kehidupan ini. Sehingga butuh cara yang tepat dan mental yang kuat agar manusia mampu menjalani kehidupan yang serba keras tersebut.
Pamor keris Segara Wedi mengandung filosofi bahwa sekeras apa pun kehidupan, tetapi manusia akan tetap bisa menjalani dengan baik asalkan berusaha dengan tekun dan memiki iman yang kuat.
Pamor keris Segara wedi secara visual tampak guratan pamor bulatan-bulatan kecil dan besar, menyebar di seluruh permukaan bilah keris.
Bulatan tersebut ada yang bersusun tebal dan tipis, polanya tidak beraturan. Sebenarnya pamor ini mirip dengan pamor Udan Mas. Tetapi pamor Udan Mas bulatannya relatif rata dan polanya lebih teratur.
Secara kasat mata, pamor Segara Wedi tampak lebih indah dan tidak membosankan.
Pamor ini tergolong pamor mlumah. Sifat pamornya bisa pamor tiban, yakni polanya tidak dirancang sebelumnya oleh sang empu. Tapi bisa juga merupakan pamor rekaan, yang dirancang secara matang.
Secara isoteri keris berpamor Segara Wedi dianggap memiliki tuah yang baik. Yakni akan membuat pemiliknya mampu melampaui segala cobaan hidup. Juga mempermudah pemiliknya dalam mencari rezeki.
Pamor ini sudah ada pada keris tangguh Tuban, dan terus bermunculan pada tangguh-tangguh yang lebih muda. Tangguh Mataram Islam, PB, HB, juga Kamardikan.
Dahulu keris ini umumnya dimiliki oleh para pedagang, nelayan, bahkan para pengusaha di bidang apa saja.
Pamor Segara Wedi bisa terdapat pada keris lurus maupun keris luk (lekuk). Pamor tersebut dianggap sebagai pamor yang tidak pemilih. Maksudnya, bisa dan cocok dimiliki oleh siapa saja.
Sumber:
- Ensiklopedi Keris
- Buku Pamor
Editor : Sandy Sri Yuwana