Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pamor Keris ini Mirip Salah Satu Alat Musik Gamelan Jawa

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 15 April 2025 | 14:43 WIB

 

  Penciptaan dapur dan pamor keris Nusantara bisa diilhami dari berbagai macam hal. Misalnya flora, fauna, peristiwa, juga dari karya seni budaya yang lain.


  Salah satunya adalah pamor keris Bonang Sarenteng. Penamaan pamor keris ini tentu karena sang empu yang mbabar (membuat) pamor keris tersebut terinspirasi dari salah satu ricikan gamelan (alat musik Jawa), yakni Bonang.


  Sarenteng artinya satu rangkaian atau seperangkat. Jadi Bonang Sarenteng secara harafiah berarti seperangkat gamelan bonang.


  Pasti ada makna yang terkandung dalam nama pamor keris Bonang Sarenteng. Bonang sebagai sebagai salah satu bagian dari gamelan dimaknai mampu menghadirkan suara yang indah, merdu, dan nyaman. Sedangkan Saranteng atau seperangkat, dimaksudkan memiliki kepaduan, kebersamaan, atau kekompakan.


  Jadi secara filosofi pamor Bonang Sarenteng dimaknai, menghasilkan kesepakatan yang baik. Atau memenyepakati hal hal-hal yang baik.
Selain itu ibarat bonang sebagai salah satu bagian dari perangkat gamelan, juga memiliki makna filosofi mampu menyelaraskan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih besar.


  Atau lebih konkret, pemilik keris berpamor Bonang Sarenteng diyakini mampu menjaga harmoni kehidupannya. Sehingga menimbulkan kesan yang baik.


  Secara visual pamor Bonang Sarenteng berupa sepasang pamor bulat-bulat bersebelahan, dari sorsoran (bagian bawah) sampai ke pucuk bilah keris. Di antara sepasang pamor bulat itu ada pamor berupa garis lurus dari sorsoran sampai ke pucuk.

Pamor Bonang Sarenteng
Pamor Bonang Sarenteng

RADAR TULUNGAGUNG - Pamor Bonang Sarenteng terbanyak berupa tangguh Mataram Islam. Utamanya tangguh Mataram Sultan Agung. Karena pada era Sultan Agung juga merupakan masa keemasan karya seni budaya Jawa. Ditandai dengan terbitnya Sastra Gending karya Sultan Agung.


  Pada Masa pemerintahan Sultan Agung juga banyak penciptaan dapur dan pamor keris.
Begitu fenomenalnya pamor Bonang Sarenteng pada era Mataram Sultan Agung, membuat pamor ini banyak diputrani (diduplikat) pada tangguh keris yang lebih muda.


  Secara isoteri, pamor ini dipercaya akan memudahkan pemiliknya untuk mencari rezeki. Selain itu pemilik pamor tersebut juga akan mudah beradaptasi dalam lingkungan pekerjaannya dan dalam pergaulan sehari-hari.


  Pamor Bonang Sarenteng umumnya terdapat pada keris berbentuk lurus. Jarang sekali terdapat pada keris luk (lekuk). Pamor tersebut termasuk dalam jenis pamor mlumah, dan tergolong pamor tidak pemilih. Artinya bisa dan cocok untuk dimiliki oleh siapa saja.


  Zaman dahulu keris ini disukai oleh para abdi atau pegawai kerajaan. Juga para seniman dan orator.
Tetapi sekarang keris Bonang Sarenteng dusukai dan banyak dikoleksi oleh semua kalangan. Tanpa memandang profesi dan status sosialnya. 


Sumber:
- Pamor Keris
- Sastra Gending

Editor : Sandy Sri Yuwana
#Keris Benda Pusaka #Pamor Keris #keris #keris adalah