RADAR TULUNGAGUNG– Hari baik bulan Juli menurut Primbon Jawa masih menjadi acuan bagi sebagian masyarakat yang hendak menggelar berbagai hajatan. Mulai dari pernikahan, lamaran, pindah rumah, membeli kendaraan, hingga membuka usaha, penentuan hari dipercaya dapat menjadi salah satu pertimbangan agar kegiatan berjalan lancar.
Dalam perhitungan hari baik bulan Juli, terdapat sejumlah tanggal yang dinilai membawa energi positif untuk berbagai keperluan penting. Hari-hari tersebut didominasi oleh Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis yang disebut sebagai waktu paling baik untuk melaksanakan hajatan.
Informasi mengenai hari baik bulan Juli ini didasarkan pada perhitungan Primbon Jawa yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai pedoman memilih waktu pelaksanaan kegiatan penting.
Bulan Juli Bertepatan dengan Muharam dan Safar
Dalam penanggalan Hijriah, bulan Juli bertepatan dengan dua bulan Islam, yakni Muharam dan Safar. Muharam berlangsung hingga 16 Juli, sedangkan mulai 17 Juli telah memasuki bulan Safar.
Berdasarkan perhitungan Primbon Jawa, hari-hari baik pada bulan Juli paling banyak jatuh pada Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Meski demikian, tidak semua tanggal pada hari tersebut termasuk kategori baik sehingga masyarakat tetap dianjurkan memperhatikan tanggal yang direkomendasikan.
Daftar Hari Baik Bulan Juli
Berikut daftar tanggal yang disebut baik untuk melaksanakan berbagai hajatan menurut Primbon Jawa:
-
Rabu, 1 Juli
-
Kamis, 2 Juli
-
Senin, 6 Juli
-
Selasa, 7 Juli
-
Rabu, 8 Juli
-
Senin, 13 Juli
-
Selasa, 14 Juli
-
Kamis, 16 Juli
-
Senin, 20 Juli
-
Rabu, 22 Juli
-
Kamis, 23 Juli
-
Selasa, 28 Juli
-
Rabu, 29 Juli
-
Kamis, 30 Juli
Tanggal-tanggal tersebut diyakini memiliki energi yang baik sehingga sering dijadikan pilihan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan penting.
Cocok untuk Berbagai Hajatan
Dalam tradisi Primbon Jawa, daftar hari baik tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pernikahan, lamaran, memasuki rumah baru, pindah rumah, membuka usaha, membeli kendaraan, hingga memulai bercocok tanam.
Selain itu, pelaksanaan khitan maupun hajatan keluarga lainnya juga dipercaya lebih baik dilakukan pada tanggal-tanggal yang telah diperhitungkan sebagai hari baik.
Pemilihan hari tersebut diyakini dapat membawa keberuntungan, kelancaran, serta keselamatan bagi pihak yang menyelenggarakan kegiatan.
Masih Menjadi Tradisi Sebagian Masyarakat
Meski tidak memiliki dasar ilmiah, perhitungan hari baik menurut Primbon Jawa masih menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun di sejumlah daerah.
Sebagian masyarakat menjadikan perhitungan tersebut sebagai salah satu pertimbangan sebelum menentukan waktu pelaksanaan acara penting. Di sisi lain, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing individu sesuai keyakinan dan pertimbangan pribadi.
Bagi masyarakat yang masih mengikuti tradisi Primbon Jawa, daftar hari baik pada bulan Juli tersebut dapat menjadi referensi dalam menentukan waktu pelaksanaan hajatan agar sesuai dengan perhitungan yang dipercaya membawa energi positif.
Editor : Cholifatun Nisak