Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Rumus Neptu yang Masih Dipakai untuk Boyongan

Cholifatun Nisak • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:50 WIB
Hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa dihitung dengan neptu hari dan pasaran. Simak cara lengkap dan maknanya dalam tradisi Jawa.
Hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa dihitung dengan neptu hari dan pasaran. Simak cara lengkap dan maknanya dalam tradisi Jawa.

 

RADAR TULUNGAGUNG– Cara menentukan hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa masih banyak digunakan masyarakat yang percaya pada perhitungan tradisional Jawa. Metode ini dikenal sebagai cara menghitung neptu hari dan pasaran untuk menentukan waktu terbaik dalam melakukan boyongan atau pindahan rumah.

Dalam tradisi hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa, perhitungan tidak menggunakan sistem neptu umum, melainkan versi khusus yang hanya dipakai untuk keperluan pindahan rumah. Kombinasi antara nilai hari dan pasaran kemudian dijumlahkan untuk menghasilkan angka tertentu yang ditafsirkan sebagai kategori baik atau tidak baik.

Pembahasan mengenai hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa ini menunjukkan bahwa sistem perhitungan tradisional masih menjadi pedoman budaya yang dipercaya sebagian masyarakat dalam menentukan waktu penting kehidupan, khususnya saat pindah rumah.

Baca Juga: Status Hak Pakai Tanah Griya Kanjengan Jadi Sorotan Kejari Tulungagung, Nilai Pengadaan Rp 10,5 Miliar Ikut Didalami

Perhitungan Neptu Khusus Boyongan Rumah

Dalam metode ini, setiap hari memiliki nilai neptu tersendiri, berbeda dari hitungan umum. Nilai hari yang digunakan dalam perhitungan boyongan rumah adalah sebagai berikut:

Sementara itu, pasaran Jawa juga memiliki nilai khusus:

Nilai dari hari dan pasaran kemudian dijumlahkan untuk menentukan hasil akhir.

Contoh Perhitungan Hari Pindah Rumah

Sebagai contoh, jika seseorang memilih hari Jumat Kliwon, maka:

Hasil angka tersebut kemudian menjadi dasar penafsiran dalam primbon.

Baca Juga: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Didukung, Forum Komunikasi Mitra SPPG Tulungagung Minta MBG Jangan Dihentikan

Makna Hasil Penjumlahan Neptu

Dalam tradisi Jawa, hasil perhitungan neptu dikaitkan dengan makna tertentu, seperti:

Penafsiran ini kemudian digunakan sebagai acuan dalam menentukan hari pindah rumah yang dianggap lebih selaras.

Contoh Kategori Hari Baik dan Tidak Baik

Dalam beberapa versi perhitungan, hasil kombinasi neptu dikategorikan sebagai berikut:

Namun, hasil tersebut dapat berbeda tergantung sumber Primbon Jawa yang digunakan di masing-masing daerah.

Tradisi yang Masih Dilestarikan

Meskipun tidak memiliki dasar ilmiah, perhitungan hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa masih dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya Jawa. Banyak masyarakat menjadikannya sebagai pertimbangan tambahan sebelum melakukan pindahan rumah.

Selain faktor tradisi, masyarakat modern biasanya juga mempertimbangkan faktor praktis seperti kesiapan rumah baru, kondisi keluarga, dan waktu pelaksanaan yang paling memungkinkan.

Penutup

Tradisi hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa mencerminkan kekayaan budaya lokal yang masih bertahan hingga kini. Sistem neptu dan perhitungan hari menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sebagai pedoman dalam mengambil keputusan penting dalam kehidupan.

Baca Juga: Aspirasi Pertahankan Program Makan Bergizi Gratis Tulungagung Menguat, Mitra SPPG hingga Petani Kompak Minta MBG Tetap Berlanjut

Editor : Cholifatun Nisak
#hari baik pindah rumah #boyongan rumah #neptu Jawa #Primbon Jawa #Tradisi Jawa