TULUNGAGUNG - Griya Dalem Kanjengan merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Bangunan yang berada di Kelurahan Kepatihan, Tulungagung, ini dikenal sebagai tempat asli penyimpanan pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas, simbol kebesaran sekaligus pusaka kebanggaan masyarakat Tulungagung.
Hingga kini, Griya Dalem Kanjengan tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah pemerintahan Kabupaten Tulungagung, tetapi juga menjadi lokasi pelaksanaan berbagai tradisi budaya yang masih terus dilestarikan.
Menjadi Tempat Asli Penyimpanan Tombak Kanjeng Kyai Upas
Sejarah Griya Dalem Kanjengan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Tombak Kanjeng Kyai Upas.
Bangunan ini sejak dahulu menjadi tempat penyimpanan pusaka tersebut sekaligus lokasi pelaksanaan prosesi jamasan atau pencucian pusaka yang digelar setiap bulan Suro dalam kalender Jawa.
Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, tradisi jamasan telah berlangsung sejak masa Adipati Ngrowo ke-4, yakni Raden Mas Tumenggung Pringgodiningrat pada tahun 1824.
Sebagai pewaris Tombak Kyai Upas dari Mataram ke Kadipaten Ngrowo, beliau menjadikan Griya Dalem Kanjengan sebagai tempat penyimpanan pusaka sekaligus pusat pelaksanaan ritual adat.
Pernah Menjadi Milik Ahli Waris
Seiring perkembangan zaman, kepemilikan Griya Dalem Kanjengan berada di tangan keluarga ahli waris Pringgokusuman.
Meski demikian, nilai sejarah bangunan tetap dijaga karena memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan Kabupaten Tulungagung dan keberadaan pusaka Kanjeng Kyai Upas.
Pada tahun 2016, Tombak Kanjeng Kyai Upas diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Namun, karena Griya Dalem Kanjengan saat itu belum menjadi milik pemerintah daerah, pusaka tersebut sementara disimpan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung.
Diakuisisi Pemerintah Kabupaten Tulungagung
Setelah melalui proses panjang, Pemerintah Kabupaten Tulungagung akhirnya membeli Griya Dalem Kanjengan pada 29 Agustus 2022.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengembalikan pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas ke tempat asalnya sekaligus melestarikan bangunan bersejarah tersebut.
Tidak lama setelah proses akuisisi selesai, pada 8 November 2022 dilaksanakan prosesi boyongan atau pemindahan Tombak Kanjeng Kyai Upas dari Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menuju Griya Dalem Kanjengan.
Prosesi adat tersebut diikuti unsur Forkopimda, tokoh budaya, abdi dalem, hingga masyarakat Tulungagung.
Menjadi Pusat Pelestarian Budaya
Kini Griya Dalem Kanjengan kembali menjalankan fungsi historisnya sebagai tempat penyimpanan Tombak Kanjeng Kyai Upas.
Selain itu, bangunan ini juga menjadi lokasi pelaksanaan upacara adat jamasan pusaka yang rutin digelar setiap tahun pada bulan Suro.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga memproyeksikan Griya Dalem Kanjengan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya sehingga masyarakat dapat mengenal lebih dekat perjalanan Kabupaten Tulungagung beserta warisan leluhurnya.
Griya Dalem Kanjengan, Warisan Sejarah Tulungagung
Keberadaan Griya Dalem Kanjengan menjadi bukti penting perjalanan sejarah Kabupaten Tulungagung.
Bangunan ini bukan sekadar rumah tua, melainkan bagian dari identitas daerah yang menyimpan jejak pemerintahan masa Kadipaten Ngrowo, tradisi budaya, hingga pusaka yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tulungagung.
Melalui pelestarian Griya Dalem Kanjengan, diharapkan generasi mendatang dapat terus mengenal sejarah lokal sekaligus menjaga warisan budaya yang telah bertahan selama ratusan tahun.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri