TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Padepokan Reco Sewu Tulungagung kembali menjadi sorotan setelah sebuah video dokumenter menampilkan kondisi terbaru kompleks yang dikenal penuh dengan ribuan arca serta makam pendiri perusahaan rokok legendaris Rejo Pentung, Sumiran Karsodiwiryo.
Terletak di kawasan Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Padepokan Reco Sewu Tulungagung diyakini menyimpan sekitar 3.000 arca yang tersebar di seluruh area kompleks. Ribuan patung tersebut mengelilingi area utama hingga gerbang masuk, menciptakan suasana yang unik sekaligus misterius bagi pengunjung.
Dalam penelusuran video, lokasi ini merupakan bagian dari sejarah panjang perusahaan rokok Rejo Pentung yang pernah berjaya di Jawa Timur pada era 1990-an.
Jejak Kejayaan Rejo Pentung di Reco Sewu Tulungagung
Menurut penuturan juru kunci, pembangunan Padepokan Reco Sewu Tulungagung dimulai pada tahun 1990 oleh Sumiran Karsodiwiryo sebagai pendiri Rejo Pentung. Pembangunan kompleks tersebut berlangsung beberapa tahun hingga akhirnya diresmikan sekitar 1995 sebelum sang pendiri wafat pada 1997.
Kompleks ini tidak hanya berfungsi sebagai bangunan simbol kejayaan perusahaan, tetapi juga menjadi area makam keluarga pendiri yang berada di bagian dalam kawasan.
Arca-arca yang tersebar di area ini disebut memiliki makna simbolik, termasuk angka-angka dalam budaya Jawa yang dikaitkan dengan filosofi Wali Songo.
Baca Juga: Review BYD Seal Setelah 1 Tahun, Segini Biaya Operasional dan Alasan Pemilik Masih Mau Beli Lagi
Ribuan Arca dan Simbol Budaya Jawa
Keunikan lain dari Padepokan Reco Sewu Tulungagung adalah keberadaan ribuan arca yang diperkirakan mencapai 3.000 buah. Arca tersebut tidak hanya berukuran besar, tetapi juga memiliki variasi ukuran kecil yang disimpan dalam kaca pelindung.
Sebagian besar arca ditempatkan di sepanjang pagar hingga area dalam kompleks. Terdapat pula arca naga di beberapa sudut bangunan yang menambah kesan mistis kawasan tersebut.
Selain arca, terdapat pula bangunan dengan ornamen khas Jawa seperti tulisan aksara Jawa, gazebo Paseban, serta area yang dikaitkan dengan kepercayaan lokal seperti Nyai Roro Kidul.
Makam Keluarga dan Area Ritual
Di bagian utama kompleks terdapat makam Sumiran Karsodiwiryo bersama istrinya. Makam tersebut menjadi pusat perhatian pengunjung yang datang untuk berziarah maupun melakukan doa bersama keluarga.
Akses menuju area makam dibatasi oleh gerbang khusus yang dijaga oleh petugas setempat. Tangga menuju makam diketahui berjumlah sembilan tingkat, yang oleh masyarakat setempat dikaitkan dengan filosofi tertentu dalam budaya Jawa.
Selain itu, terdapat sumber air yang disebut memiliki nilai spiritual oleh sebagian pengunjung, yang dipercaya digunakan untuk ritual tertentu.
Potensi Wisata dan Tantangan Perawatan
Lokasi Padepokan Reco Sewu Tulungagung juga berada tidak jauh dari sejumlah destinasi wisata lain seperti Pantai Popoh, Pantai Sidem, dan Pantai Coro. Hal ini membuat kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah yang terintegrasi dengan wisata alam.
Namun, sejumlah bagian kompleks disebut mulai kurang terawat setelah tidak lagi berada di bawah pengelolaan perusahaan seperti masa kejayaannya dahulu. Masyarakat berharap ada perhatian lebih untuk menjaga kelestarian situs tersebut.
Meski demikian, keberadaan ribuan arca dan nilai sejarah yang melekat membuat Padepokan Reco Sewu tetap menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah lokal dan budaya Jawa.
Baca Juga: Padepokan Rejo Sewu Tulungagung, Wisata Unik 1.000 Patung yang Kini Sepi, Ternyata Punya Sejarah Ini
Editor : Cholifatun Nisak