TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Padepokan Reco Sewu Tulungagung kembali menarik perhatian setelah sebuah video perjalanan wisata menampilkan kompleks penuh arca yang disebut menyimpan sejarah panjang terkait kejayaan industri rokok Rejo Pentung di masa lalu.
Berlokasi di kawasan sekitar Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Padepokan Reco Sewu Tulungagung dikenal sebagai area yang dipenuhi ribuan arca dengan posisi unik, sebagian besar digambarkan membawa pentungan dan memiliki ekspresi mata melotot. Hal ini memunculkan berbagai cerita dan interpretasi dari masyarakat maupun pengunjung.
Dalam video yang beredar, lokasi ini disebut sebagai bekas Pesanggrahan atau tempat peristirahatan pada masa lampau yang dikaitkan dengan para tokoh atau punggawa pada era tertentu.
Ribuan Arca dan Simbol Penjaga di Reco Sewu Tulungagung
Menurut penuturan pemandu dan pengunjung, Padepokan Reco Sewu Tulungagung memiliki karakter unik karena seluruh arca ditempatkan mengelilingi area kompleks. Arca-arca tersebut disebut berjumlah sangat banyak dan tersusun di berbagai sisi bangunan, mulai dari gerbang hingga area dalam.
Sebagian besar arca digambarkan sebagai sosok penjaga yang membawa pentungan. Hal ini diyakini memiliki makna simbolis sebagai penjaga kawasan pada masa lalu, meski secara pasti asal-usulnya masih menjadi perdebatan dan bahan cerita masyarakat setempat.
Baca Juga: Review BYD Seal Setelah 1 Tahun, Segini Biaya Operasional dan Alasan Pemilik Masih Mau Beli Lagi
Jejak Sejarah Rejo Pentung dan Pesanggrahan Kuno
Sejumlah informasi menyebutkan bahwa kawasan ini berkaitan erat dengan sejarah perusahaan rokok Rejo Pentung yang pernah berkembang di Tulungagung pada masa lalu. Lokasi tersebut diduga menjadi bagian dari kompleks yang dibangun untuk mengenang kejayaan perusahaan tersebut.
Selain itu, terdapat informasi bahwa area ini pernah dibangun sekitar tahun 1990-an dan kemudian diresmikan pada pertengahan dekade tersebut. Namun, beberapa sumber lain menyebutkan adanya perbedaan tahun pembangunan dan peresmian yang masih perlu verifikasi lebih lanjut.
Di dalam kompleks juga terdapat area makam yang disebut sebagai makam pendiri Rejo Pentung, yakni Sumiran Karsodiwiryo. Namun akses menuju lokasi tersebut tidak selalu terbuka untuk umum dan dibatasi oleh pihak pengelola.
Fungsi Ritual dan Nilai Budaya Lokal
Selain sebagai situs sejarah, Padepokan Reco Sewu Tulungagung juga disebut memiliki nilai budaya dan spiritual bagi sebagian masyarakat. Beberapa area di dalam kompleks dikaitkan dengan kegiatan ritual tertentu, termasuk bangunan yang disebut sebagai pesanggrahan atau tempat pertemuan.
Menurut keterangan pengunjung, kawasan ini juga kerap dikunjungi untuk tujuan tertentu seperti ziarah maupun doa bersama. Meski demikian, aktivitas tersebut dilakukan dengan tetap menjaga norma dan aturan setempat.
Dekat dengan Wisata Pantai Popoh
Keberadaan Padepokan Reco Sewu Tulungagung yang berada tidak jauh dari Pantai Popoh menjadikannya bagian dari jalur wisata di wilayah selatan Tulungagung. Selain Pantai Popoh, kawasan ini juga berdekatan dengan beberapa destinasi lain seperti Pantai Coro dan Pantai Sidem.
Potensi ini membuat Reco Sewu dinilai dapat menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus budaya yang mendukung sektor pariwisata daerah jika dikelola dengan lebih optimal.
Harapan Pelestarian Situs Sejarah
Sejumlah pengunjung berharap agar kawasan ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah maupun pihak terkait, mengingat nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Ribuan arca yang ada dinilai sebagai warisan unik yang perlu dijaga agar tidak mengalami kerusakan.
Meski masih menyisakan banyak misteri terkait asal-usul dan fungsi sebenarnya, Padepokan Reco Sewu Tulungagung tetap menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah lokal, budaya Jawa, dan destinasi unik di Tulungagung.