TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Rejo Sewu Tulungagung kembali menjadi sorotan setelah sebuah video penelusuran lokasi ini viral di media sosial. Situs yang berada di kawasan dekat Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur itu dikenal sebagai kompleks unik berisi ribuan arca sekaligus makam keluarga pendiri pabrik rokok Rejo Pentung.
Rejo Sewu Tulungagung disebut memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan unsur sejarah, budaya, dan nuansa spiritual Kejawen. Dari berbagai rekaman video, lokasi ini tampak dipenuhi patung-patung yang tersusun simetris di sepanjang area pagar hingga halaman dalam, menciptakan pemandangan yang tidak biasa bagi wisatawan.
Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap Rejo Sewu Tulungagung, banyak pengunjung penasaran dengan asal-usul bangunan ini yang dikaitkan dengan kejayaan industri rokok lokal di masa lalu. Kompleks ini disebut sebagai peninggalan keluarga almarhum Haji Sumiran Karsodiwiryo, pendiri perusahaan rokok Rejo Pentung yang pernah dikenal luas di Jawa Timur.
Lokasi Rejo Sewu Tulungagung Dekat Pantai Popoh
Kompleks Rejo Sewu berada tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Popoh yang sudah lama dikenal sebagai destinasi unggulan di Tulungagung bagian selatan. Dari akses jalan utama, pengunjung dapat melihat deretan arca yang berdiri di sisi kiri dan kanan pagar dengan jumlah yang sangat banyak, sehingga sering disebut “seribu arca”.
Menurut penuturan dalam video penjelajahan, area ini memiliki luas sekitar tiga hektar yang diperoleh dari pembelian tanah warga dalam rentang tahun 1970-an hingga 1980-an. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan, termasuk mushola, area pertemuan (paseban), serta kompleks makam keluarga.
Baca Juga: Misteri Padepokan Reco Sewu Tulungagung, 3.000 Arca dan Makam Pendiri Rejo Pentung Bikin Penasaran
Ribuan Arca dan Nilai Sejarah
Ciri khas utama Rejo Sewu adalah keberadaan ribuan arca berbentuk manusia dan simbol penjaga yang sebagian besar membawa pentungan. Patung-patung tersebut tersusun rapi di sisi kiri dan kanan, bahkan hingga ke bagian dalam kompleks. Beberapa sumber lokal menyebut jumlahnya bisa mencapai ribuan, meski tidak ada pendataan resmi yang pasti.
Arca-arca tersebut awalnya berwarna abu-abu semen, namun kemudian sebagian dicat ulang menjadi warna kuning oleh pihak tertentu untuk memperindah tampilan. Di beberapa titik juga terdapat relief dan bangunan kecil yang menambah kesan mistis sekaligus artistik.
Makam Pak Sumiran dan Jejak Rejo Pentung
Di bagian inti kompleks terdapat makam Haji Sumiran Karsodiwiryo beserta istrinya. Sosok ini dikenal sebagai pendiri pabrik rokok Rejo Pentung yang pernah berjaya di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. Keberadaan makam ini membuat Rejo Sewu tidak hanya menjadi lokasi wisata, tetapi juga tempat ziarah bagi keluarga dan pengunjung tertentu.
Selain itu, terdapat pula cerita mengenai proses pembangunan yang dimulai pada awal 1990-an, dengan beberapa tahap pengerjaan hingga area tersebut berkembang menjadi seperti sekarang. Kompleks ini juga disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kejayaan masa lalu sang pendiri.
Mitos, Kejawen, dan Potensi Wisata
Rejo Sewu juga lekat dengan unsur kepercayaan lokal dan budaya Kejawen. Beberapa area disebut memiliki nilai spiritual, termasuk lokasi yang dikaitkan dengan legenda Nyai Roro Kidul. Meski demikian, sebagian besar warga setempat menegaskan bahwa tempat ini lebih tepat dipahami sebagai warisan budaya dan sejarah keluarga.
Dengan lokasinya yang dekat dengan Pantai Popoh serta destinasi lain seperti Pantai Sidem dan Pantai Coro, Rejo Sewu Tulungagung dinilai memiliki potensi besar sebagai wisata sejarah dan budaya. Namun, perawatan dan pengelolaan yang lebih baik masih dibutuhkan agar situs ini tetap terjaga dan bisa terus dikunjungi generasi mendatang.
Baca Juga: Misteri Padepokan Reco Sewu Tulungagung, Ribuan Arca dan Jejak Sejarah Rejo Pentung Bikin Penasaran
Editor : Cholifatun Nisak