TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Rejo Sewu Tulungagung kembali menjadi perbincangan setelah berbagai video eksplorasi memperlihatkan kompleks makam dan padepokan unik yang berdekatan dengan Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu peninggalan sejarah sekaligus wisata budaya yang menyimpan kisah kejayaan industri rokok Reco Pentung di masa lalu.
Rejo Sewu Tulungagung tidak hanya menarik karena keunikan arsitekturnya, tetapi juga karena keberadaan ribuan arca dan makam tokoh penting, yakni almarhum Haji Sumiran Karsodiwiryo, pendiri pabrik rokok Reco Pentung yang pernah berjaya di Jawa Timur. Kompleks ini kini menjadi tujuan wisata sekaligus ziarah bagi sebagian masyarakat.
Dalam berbagai dokumentasi lapangan, Rejo Sewu Tulungagung terlihat berdiri di kawasan perbukitan kapur yang menghadap langsung ke panorama selatan Jawa. Akses menuju lokasi harus melewati jalan berliku dengan pemandangan laut yang sesekali terlihat dari kejauhan.
Lokasi Strategis di Dekat Pantai Popoh
Rejo Sewu berada tidak jauh dari Pantai Popoh yang merupakan salah satu destinasi unggulan di Tulungagung. Secara administratif, kawasan ini masuk Desa Besole, Kecamatan Besuki. Setelah melewati pos retribusi wisata, pengunjung dapat langsung menuju kompleks padepokan yang berada di area perkampungan.
Selain makam utama, di sekitar kawasan ini juga terdapat beberapa titik wisata lain seperti Pasanggrahan Nirwana yang sering dikunjungi wisatawan untuk ritual tertentu maupun sekadar berziarah.
Baca Juga: Misteri Padepokan Reco Sewu Tulungagung, Ribuan Arca dan Jejak Sejarah Rejo Pentung Bikin Penasaran
Ribuan Arca Penjaga Dua Raksasa
Ciri paling mencolok dari Rejo Sewu adalah keberadaan arca dalam jumlah sangat banyak yang disebut bisa mencapai ribuan. Arca tersebut berbentuk sosok penjaga dengan mata melotot, gigi taring, dan membawa pentungan. Dalam istilah lokal, figur ini dikenal sebagai “dua rapala”.
Arca-arca tersebut tersusun rapi di sepanjang tembok kiri dan kanan kompleks, bahkan hingga ke bagian dalam area utama. Beberapa di antaranya berukuran besar dan ditempatkan sebagai penjaga simbolis gerbang masuk kawasan sakral.
Makam Haji Sumiran dan Sejarah Reco Pentung
Di bagian inti kompleks terdapat rumah joglo besar yang menjadi lokasi makam Haji Sumiran Karsodiwiryo beserta keluarganya. Sosok ini dikenal sebagai pendiri pabrik rokok Reco Pentung yang pernah menjadi salah satu industri rokok terbesar di Jawa Timur pada masanya.
Menurut catatan lapangan, pembangunan padepokan ini dimulai sekitar awal 1990-an dan diresmikan pada pertengahan dekade tersebut. Lokasi ini juga disebut sebagai bentuk penghormatan atas kejayaan bisnis yang pernah dibangun oleh keluarga tersebut.
Cerita Kejayaan dan Kondisi Saat Ini
Pada masa jayanya, Reco Pentung dikenal luas di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. Namun seiring waktu, perusahaan tersebut mengalami kemunduran hingga akhirnya berhenti beroperasi pada awal tahun 2000-an. Meski demikian, jejak sejarahnya masih dapat dilihat melalui kompleks Rejo Sewu yang berdiri hingga kini.
Seorang penjaga lokasi menyebut bahwa kawasan ini dahulu sangat ramai dikunjungi wisatawan, namun kini jumlah pengunjung menurun. Meski begitu, masih ada aktivitas ziarah dan kunjungan keluarga yang datang untuk mendoakan leluhur.
Daya Tarik Wisata dan Nuansa Mistis
Rejo Sewu juga dikenal memiliki nuansa spiritual yang kuat. Bangunan joglo menghadap ke arah selatan yang diyakini berkaitan dengan pantai selatan Jawa. Beberapa pengunjung mengaitkan lokasi ini dengan unsur budaya Kejawen yang masih dijaga oleh masyarakat sekitar.
Dengan kombinasi sejarah, budaya, dan pemandangan alam sekitar, Rejo Sewu Tulungagung tetap menjadi destinasi unik yang menarik perhatian wisatawan maupun peneliti budaya.
Baca Juga: Rejo Sewu Tulungagung Viral: Ribuan Arca dan Makam Bos Rokok Rejo Pentung Bikin Penasaran
Editor : Cholifatun Nisak