TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kondisi terkini Padepokan Reco Sewu Tulungagung kembali menjadi sorotan setelah sebuah video penelusuran viral memperlihatkan kawasan yang kini tampak sepi dan mulai terbengkalai. Situs wisata yang dahulu dikenal dengan ribuan arca ini terlihat mengalami perubahan signifikan dari segi kondisi lingkungan.
Padepokan Reco Sewu Tulungagung yang berada di wilayah Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, dekat kawasan pesisir selatan Pantai Popoh, kini tampak lebih lengang dibanding masa kejayaannya. Dalam video tersebut, pengunjung menyebut suasana yang dulu rimbun dan teduh kini berubah menjadi lebih terbuka setelah banyak pepohonan ditebang.
Padepokan Reco Sewu Tulungagung kembali diperbincangkan karena keberadaan arca-arca unik, termasuk arca besar di tengah yang disebut sebagai Arca Dwipala, yang dipercaya sebagai simbol pintu masuk kawasan sakral. Selain itu, ribuan arca kecil yang tersebar di kiri dan kanan area menambah kesan mistis sekaligus artistik pada lokasi tersebut.
Baca Juga: Misteri Padepokan Reco Sewu Tulungagung, 3.000 Arca dan Makam Pendiri Rejo Pentung Bikin Penasaran
Kondisi Terkini Padepokan Reco Sewu
Dalam penelusuran terbaru, kawasan ini terlihat jauh lebih sepi dibanding sebelumnya. Akses masuk dari pintu depan maupun pintu samping sebagian besar sudah digembok, sehingga pengunjung tidak bisa menjangkau seluruh area tanpa pendamping juru kunci.
Beberapa bagian yang masih bisa dilihat memperlihatkan deretan arca yang tersusun simetris. Konon, jumlah keseluruhan arca di kawasan Padepokan Reco Sewu Tulungagung ini mencapai sekitar 2.999 buah, meski angka tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan pengunjung dan pemerhati sejarah lokal.
Arca Dwipala dan Struktur Unik Kawasan
Salah satu daya tarik utama adalah keberadaan Arca Dwipala yang berada di bagian tengah kompleks. Arca ini memiliki ukuran lebih besar dibanding lainnya dan disebut sebagai simbol “gerbang masuk” dalam konsep bangunan tradisional Jawa.
Di sisi lain, terdapat pula arca berbentuk penjaga dengan ekspresi khas, yang oleh warga sekitar disebut sebagai bagian dari konsep perlindungan kawasan. Struktur arca yang berjajar di kiri dan kanan jalan masuk memperkuat kesan simetris dan monumental dari Padepokan Reco Sewu Tulungagung.
Baca Juga: Rejo Sewu Tulungagung Viral: Ribuan Arca dan Makam Bos Rokok Rejo Pentung Bikin Penasaran
Dari Wisata Ramai ke Kondisi Sepi
Menurut keterangan dalam video, kawasan ini dahulu pernah ramai dikunjungi wisatawan, namun kini mengalami penurunan jumlah pengunjung. Beberapa area terlihat tidak terawat dengan baik, meski sebagian masih dijaga oleh pengelola atau juru kunci setempat.
Kondisi ini membuat suasana di lokasi terasa lebih hening, terutama saat sore hari. Banyak pengunjung menyebut atmosfernya berubah menjadi lebih dingin dan sunyi, berbeda dengan masa ketika kawasan ini masih menjadi destinasi wisata aktif.
Dekat dengan Pantai Popoh dan Jalur Wisata Selatan
Lokasi Padepokan Reco Sewu Tulungagung yang berada tidak jauh dari kawasan wisata pesisir selatan seperti Pantai Popoh membuatnya sebenarnya memiliki potensi wisata yang besar. Jalur menuju lokasi juga menawarkan panorama perbukitan kapur yang langsung menghadap ke laut selatan.
Namun, minimnya pengelolaan dan akses terbatas membuat situs ini lebih sering dikunjungi oleh wisatawan tertentu, termasuk peziarah atau konten kreator yang tertarik dengan nilai sejarah dan mistisnya.
Harapan Pelestarian Situs Bersejarah
Meski kondisi saat ini tampak kurang terawat, Padepokan Reco Sewu Tulungagung tetap menyimpan nilai sejarah yang erat dengan perjalanan tokoh lokal dan perkembangan industri rokok Reco Pentung di masa lalu. Banyak pihak berharap kawasan ini dapat kembali diperhatikan agar tidak kehilangan nilai budaya dan historisnya.
Dengan potensi wisata sejarah, budaya, dan panorama alam yang dimiliki, kawasan ini dinilai masih layak untuk dikembangkan sebagai destinasi edukasi dan wisata heritage di Tulungagung.
Baca Juga: Misteri Padepokan Reco Sewu Tulungagung, Ribuan Arca hingga Makam Bos Rokok Terungkap!
Editor : Cholifatun Nisak