RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Masyarakat Jawa masih banyak yang mempercayai perhitungan kalender Jawa untuk menentukan hari baik sebelum menggelar berbagai hajatan penting. Memasuki Februari 2026, sejumlah tanggal dinilai memiliki kategori baik untuk memulai usaha, mendirikan rumah, membeli kendaraan hingga aktivitas pertanian.
Penentuan hari baik dalam kalender Jawa Februari 2026 kembali menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang masih memegang tradisi perhitungan primbon Jawa Aboge. Melalui perhitungan berdasarkan sasi, wuku, hingga neptu, beberapa tanggal disebut membawa keberuntungan untuk berbagai keperluan.
Dalam penanggalan Jawa, Februari 2026 bertepatan dengan Sasi Ruah dan memasuki Sasi Poso atau bulan puasa. Meski demikian, bulan tersebut masih dianggap memungkinkan untuk kegiatan tertentu seperti memulai usaha, bibit ternak maupun aktivitas bercocok tanam.
Berdasarkan perhitungan yang mengacu pada buku pawukon, eceran, dan macekan, bulan Februari 2026 berada dalam beberapa siklus wuku, yakni Wuku Wuye, Menail, Perangbakat, dan Bala.
Hari Baik untuk Bibit Ternak dan Membuat Kandang
Bagi masyarakat yang berencana memulai usaha peternakan, terdapat sejumlah tanggal yang dinilai baik untuk melakukan bibit ternak.
Tanggal yang direkomendasikan antara lain 1 Februari, 9 Februari, 13 Februari, dan 22 Februari 2026. Dari sejumlah tanggal tersebut, 13 Februari disebut sebagai hari terbaik karena jatuh pada Jumat Legi dalam Wuku Menail.
Sementara untuk membangun atau membuat kandang, masyarakat dapat memilih tanggal 3, 9, 13, dan 22 Februari 2026.
Namun, tanggal yang paling disarankan adalah Selasa Legi, 3 Februari 2026, serta Senin Pahing, 9 Februari 2026. Kedua hari tersebut diyakini memiliki perhitungan yang lebih baik untuk memulai pembangunan kandang ternak.
Tanggal Baik Memulai Usaha dan Mendirikan Rumah
Kalender Jawa Februari 2026 juga memberikan rekomendasi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha baru.
Beberapa tanggal yang dinilai membawa keberuntungan yakni 9 Februari, 10 Februari, dan 13 Februari 2026.
Selain itu, bagi masyarakat yang berencana mendirikan rumah atau memulai pembangunan tempat tinggal, tanggal 9 dan 13 Februari menjadi pilihan utama.
Tanggal 9 Februari 2026, yang jatuh pada Senin Pahing, bahkan disebut memiliki kategori sangat baik dengan hitungan "tebah candi" yang dianggap membawa kelancaran dalam pembangunan rumah.
Karena itu, tanggal tersebut menjadi salah satu hari yang paling direkomendasikan bagi masyarakat yang hendak memulai pembangunan hunian.
Hari Baik Membeli Kendaraan dan Aktivitas Menanam
Untuk masyarakat yang berencana membeli kendaraan baru, kalender Jawa merekomendasikan Jumat Legi, 13 Februari 2026.
Tanggal tersebut dipercaya membawa energi positif dan dianggap baik untuk kepemilikan kendaraan baru, baik roda dua maupun roda empat.
Sementara dalam sektor pertanian, pemilihan hari juga dibedakan berdasarkan jenis tanaman yang akan ditanam.
Untuk tanaman umbi-umbian, tanggal yang direkomendasikan adalah 1 Februari, 7 Februari, dan 9 Februari 2026.
Sedangkan tanaman yang dimanfaatkan batang atau pohonnya, seperti tebu, disarankan ditanam pada 6 Februari atau 10 Februari 2026.
Bagi petani sayuran atau tanaman yang diambil daunnya, seperti tembakau dan berbagai jenis sayur mayur, tanggal 13 Februari 2026 menjadi waktu yang dianggap paling baik.
Adapun tanaman yang diambil buahnya, seperti buah-buahan tahunan maupun tanaman hortikultura, direkomendasikan ditanam pada Selasa Legi, 3 Februari 2026.
Perlu Memperhatikan Arah Boyongan
Selain menentukan tanggal baik, masyarakat yang hendak melakukan boyongan atau pindah rumah juga diminta memperhatikan arah perjalanan berdasarkan wuku.
Pada Wuku Wuye, masyarakat tidak disarankan melakukan boyongan ke arah barat. Sementara pada Wuku Menail, arah tenggara atau kidul wetan menjadi arah yang sebaiknya dihindari.
Sedangkan Wuku Perangbakat dan Bala dinilai kurang baik untuk aktivitas boyongan karena memiliki kategori tertentu yang dianggap tidak mendukung perpindahan tempat tinggal.
Meski perhitungan kalender Jawa bersifat tradisi turun-temurun dan tidak memiliki dasar ilmiah, banyak masyarakat yang tetap menjadikannya sebagai pedoman dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai kegiatan penting.
Kepercayaan terhadap hari baik ini juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini di berbagai daerah di Jawa.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : ASN Abad 21, You Tube, DIOLAH