Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Cara Menentukan Arah Baik dan Buruk dalam Perjalanan

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:14 WIB
Nogo Dino menurut Primbon Jawa dipercaya dapat menentukan arah baik dan buruk berdasarkan hitungan neptu hari dan pasaran.
Nogo Dino menurut Primbon Jawa dipercaya dapat menentukan arah baik dan buruk berdasarkan hitungan neptu hari dan pasaran.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Nogo Dino menurut Primbon Jawa dipercaya sebagai salah satu metode tradisional untuk menentukan arah baik dan arah yang sebaiknya dihindari ketika melakukan perjalanan atau mencari rezeki. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, posisi naga hari berubah setiap hari sesuai perhitungan neptu hari dan pasaran.

 

Konsep Nogo Dino hingga kini masih dikenal oleh sebagian masyarakat Jawa. Perhitungan tersebut kerap dikaitkan dengan penentuan langkah yang dianggap lebih baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Dalam penjelasan yang disampaikan melalui video tersebut, Nogo Dino digambarkan sebagai simbol naga atau ular besar dalam mitologi Jawa.

 

Arah tempat naga berada dipercaya menjadi arah yang sebaiknya tidak dituju pada hari tertentu.

 

Nogo Dino dan Perhitungan Neptu Jawa

 

Penentuan posisi Nogo Dino dilakukan melalui perhitungan neptu hari dan pasaran.

 

Nilai neptu hari yang digunakan meliputi Minggu bernilai lima, Senin empat, Selasa tiga, Rabu tujuh, Kamis delapan, Jumat enam, dan Sabtu sembilan.

 

Sedangkan nilai neptu pasaran terdiri atas Legi lima, Pahing sembilan, Pon tujuh, Wage empat, dan Kliwon delapan.

 

Kedua nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk mengetahui posisi naga hari.

 

Metode ini telah lama menjadi bagian dari perhitungan tradisional Jawa dan diwariskan secara turun-temurun.

 

Arah yang Sebaiknya Dihindari

 

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa apabila posisi Nogo Dino berada di arah tertentu, maka perjalanan menuju arah tersebut sebaiknya dihindari.

 

Sebagai contoh, apabila hasil perhitungan menunjukkan naga berada di arah barat, maka seseorang dianjurkan untuk tidak melakukan perjalanan ke barat.

 

Sebaliknya, seseorang dapat memilih arah lain seperti utara atau selatan.

 

Contoh lain diberikan pada weton Rabu Legi.

 

Rabu memiliki nilai neptu tujuh dan Legi bernilai lima sehingga menghasilkan jumlah 13.

 

Dalam perhitungan tersebut, posisi Nogo Dino berada di arah timur.

 

Karena itu, arah timur dianggap kurang baik untuk dituju pada hari tersebut.

 

Menurut keyakinan sebagian masyarakat Jawa, perjalanan yang dilakukan ke arah tempat naga berada dikhawatirkan tidak memberikan hasil yang diharapkan.

 

Dikaitkan dengan Pencarian Rezeki

 

Kepercayaan mengenai Nogo Dino tidak hanya digunakan untuk perjalanan biasa.

 

Sebagian masyarakat juga mengaitkannya dengan aktivitas mencari rezeki atau menjalankan urusan penting lainnya.

 

Karena itu, mengetahui posisi naga hari dianggap penting agar seseorang dapat memilih arah yang dinilai lebih baik.

 

Meski demikian, dalam penjelasan video disebutkan bahwa perhitungan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan keyakinan masyarakat Jawa.

 

Masyarakat dipersilakan untuk mempercayainya ataupun tidak.

 

Berkaitan dengan Tradisi Puasa Jawa

 

Selain membahas Nogo Dino, video tersebut juga menyinggung tradisi puasa dalam budaya Jawa.

 

Puasa disebut sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan aspek spiritual atau yang dikenal dalam ajaran Jawa sebagai sedulur papat limo pancer.

 

Dalam penjelasan tersebut disebutkan adanya konsep hitungan 40 hari yang kemudian diringkas melalui kombinasi hari dan pasaran tertentu.

 

Beberapa kombinasi hari dan pasaran dipercaya memiliki jumlah neptu 40.

 

Tradisi puasa yang disebutkan antara lain puasa Senin dan Kamis sebanyak tujuh kali tanpa putus.

 

Kemudian dilanjutkan dengan puasa Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon sebanyak tujuh kali.

 

Selain itu, disebut pula beberapa jenis puasa lain seperti puasa mutih, ngrowot, hingga puasa ngalong.

 

Warisan Tradisi yang Masih Dikenal

Baca Juga: Nogo Dino Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Ini Pantangan Berdasarkan Neptu Hari dan Pasaran

Perhitungan Nogo Dino dan berbagai metode spiritual Jawa hingga kini masih menjadi bagian dari warisan budaya yang dikenal di berbagai daerah.

 

Meski setiap daerah dapat memiliki perbedaan dalam praktik maupun pemaknaannya, konsep dasar mengenai neptu hari dan pasaran masih tetap digunakan.

 

Penjelasan dalam video juga menekankan pentingnya bimbingan dari guru spiritual atau sesepuh bagi mereka yang ingin mendalami tradisi tersebut.

 

Karena itu, Nogo Dino tidak hanya dipandang sebagai perhitungan hari, tetapi juga menjadi bagian dari pengetahuan tradisional masyarakat Jawa yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : NgajiRoso_Kejawen, You Tube, DIOLAH
Neptu Hari dan Pasaran Jawa Nogo Dino Menurut Primbon Jawa Cara Menghitung Naga Hari Jawa Arah Baik dan Buruk Menurut Primbon Sedulu Papat Limo Pancer dan Puasa Jawa