Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa Berdasarkan Weton, Benarkah Bisa Membawa Keberuntungan?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa dipercaya berbeda untuk setiap weton. Simak daftar arah keberuntungan berdasarkan hari dan pasaran serta maknanya.(SC Youtube)
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa dipercaya berbeda untuk setiap weton. Simak daftar arah keberuntungan berdasarkan hari dan pasaran serta maknanya.(SC Youtube)

BLITAR – Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa kembali menjadi topik yang menarik perhatian masyarakat. Kepercayaan turun-temurun ini menyebut bahwa setiap orang memiliki arah keberuntungan yang berbeda sesuai weton atau hari dan pasaran kelahirannya.

Dalam budaya Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk menghitung kecocokan jodoh atau menentukan hari baik. Primbon Jawa juga mengaitkan weton dengan arah terbaik saat mencari nafkah, membuka usaha, hingga menjalankan aktivitas perdagangan.

Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai ilmu titen yang diwariskan oleh para leluhur. Banyak yang meyakini bahwa mengikuti arah keberuntungan dapat membantu usaha berjalan lebih lancar.

Primbon Jawa Menilai Setiap Orang Memiliki Arah Rezeki Berbeda

Dalam penjelasan yang disampaikan melalui video tersebut, disebutkan bahwa setiap individu memiliki lokasi atau arah rezeki yang tidak sama. Perbedaan inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebab hasil usaha setiap orang bisa berbeda meski memiliki pekerjaan serupa.

Baca Juga: Jauza Cikal Fairus Najla, Teller Bank yang Sukses Jadi Penyanyi, Ungkap Rahasia Membagi Waktu dan Pernah Jadi Pembuka Konser Mahalini

Sebagai contoh, dua pedagang yang berjualan di pasar yang sama belum tentu memperoleh keuntungan yang sama besar. Menurut Primbon Jawa, kondisi tersebut bukan semata dipengaruhi kualitas barang atau kemampuan berdagang, melainkan juga karena arah rezekinya berbeda.

Contoh lain adalah dua pegawai dengan nominal gaji yang sama. Salah satunya mungkin merasa hidup lebih berkecukupan, sementara yang lain justru sering mengalami kesulitan keuangan. Dalam kepercayaan Primbon, hal itu dikaitkan dengan kesesuaian arah rezeki berdasarkan weton masing-masing.

Daftar Arah Rezeki Berdasarkan Hari dan Pasaran

Pedoman arah keberuntungan ini dikenal sebagai arah Nogo Dino. Sebelum memulai aktivitas mencari nafah, sebagian masyarakat Jawa memilih melihat arah yang dianggap membawa hoki sesuai wetonnya.

Baca Juga: Pagelaran Seni Arena Gembira 5626 Pondok Modern Darul Hikmah Angkat Tema Mapatih Jirnadhara Dwipantara

Beberapa arah rezeki yang disebutkan dalam Primbon Jawa antara lain:

Selain kombinasi tersebut, Primbon Jawa juga memuat seluruh pasangan hari dan pasaran lainnya sehingga setiap weton memiliki dua arah yang dipercaya membawa keberuntungan.

Arah tersebut diyakini dapat dijadikan acuan ketika hendak berdagang, mencari pekerjaan, membuka usaha baru, bahkan saat mencari pinjaman.

Tetap Mengutamakan Ikhtiar dan Doa

Meski arah rezeki berdasarkan weton masih dipercaya sebagian masyarakat, video tersebut menekankan bahwa pembahasan ini hanya sebatas ilmu titen yang berasal dari kitab Primbon Jawa.

Keberhasilan seseorang tetap ditentukan oleh usaha, kerja keras, kedisiplinan, serta doa kepada Tuhan. Arah keberuntungan hanya dipandang sebagai bagian dari tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Orang yang merasa belum beruntung juga tidak dianjurkan menyerah. Sebaliknya, mereka didorong untuk terus berusaha, berpikir positif, meningkatkan kemampuan, dan tidak berhenti memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Karena itu, arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa lebih tepat dipahami sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Kepercayaan tersebut boleh dijadikan referensi budaya, namun hasil akhir dari setiap ikhtiar tetap berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa.

Editor : Maylanni Diana Fitri
arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa hari pasaran arah rezeki Weton Jawa Primbon Jawa