BLITAR – Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa kembali menjadi topik yang menarik perhatian masyarakat. Kepercayaan turun-temurun ini menyebut bahwa setiap orang memiliki arah keberuntungan yang berbeda sesuai weton atau hari dan pasaran kelahirannya.
Dalam budaya Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk menghitung kecocokan jodoh atau menentukan hari baik. Primbon Jawa juga mengaitkan weton dengan arah terbaik saat mencari nafkah, membuka usaha, hingga menjalankan aktivitas perdagangan.
Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai ilmu titen yang diwariskan oleh para leluhur. Banyak yang meyakini bahwa mengikuti arah keberuntungan dapat membantu usaha berjalan lebih lancar.
Primbon Jawa Menilai Setiap Orang Memiliki Arah Rezeki Berbeda
Dalam penjelasan yang disampaikan melalui video tersebut, disebutkan bahwa setiap individu memiliki lokasi atau arah rezeki yang tidak sama. Perbedaan inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebab hasil usaha setiap orang bisa berbeda meski memiliki pekerjaan serupa.
Sebagai contoh, dua pedagang yang berjualan di pasar yang sama belum tentu memperoleh keuntungan yang sama besar. Menurut Primbon Jawa, kondisi tersebut bukan semata dipengaruhi kualitas barang atau kemampuan berdagang, melainkan juga karena arah rezekinya berbeda.
Contoh lain adalah dua pegawai dengan nominal gaji yang sama. Salah satunya mungkin merasa hidup lebih berkecukupan, sementara yang lain justru sering mengalami kesulitan keuangan. Dalam kepercayaan Primbon, hal itu dikaitkan dengan kesesuaian arah rezeki berdasarkan weton masing-masing.
Daftar Arah Rezeki Berdasarkan Hari dan Pasaran
Pedoman arah keberuntungan ini dikenal sebagai arah Nogo Dino. Sebelum memulai aktivitas mencari nafah, sebagian masyarakat Jawa memilih melihat arah yang dianggap membawa hoki sesuai wetonnya.
Beberapa arah rezeki yang disebutkan dalam Primbon Jawa antara lain:
- Jumat Legi memiliki arah keberuntungan di barat dan utara.
- Sabtu Pahing berada di selatan dan utara.
- Minggu Pon mengarah ke timur dan barat.
- Senin Wage berada di utara dan timur.
- Selasa Kliwon mengarah ke timur dan selatan.
- Rabu Legi berada di utara dan selatan.
- Kamis Pahing memiliki arah timur dan barat.
- Jumat Pon berada di barat dan selatan.
- Sabtu Wage mengarah ke utara dan timur.
- Minggu Kliwon berada di barat dan timur.
Selain kombinasi tersebut, Primbon Jawa juga memuat seluruh pasangan hari dan pasaran lainnya sehingga setiap weton memiliki dua arah yang dipercaya membawa keberuntungan.
Arah tersebut diyakini dapat dijadikan acuan ketika hendak berdagang, mencari pekerjaan, membuka usaha baru, bahkan saat mencari pinjaman.
Tetap Mengutamakan Ikhtiar dan Doa
Meski arah rezeki berdasarkan weton masih dipercaya sebagian masyarakat, video tersebut menekankan bahwa pembahasan ini hanya sebatas ilmu titen yang berasal dari kitab Primbon Jawa.
Keberhasilan seseorang tetap ditentukan oleh usaha, kerja keras, kedisiplinan, serta doa kepada Tuhan. Arah keberuntungan hanya dipandang sebagai bagian dari tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Orang yang merasa belum beruntung juga tidak dianjurkan menyerah. Sebaliknya, mereka didorong untuk terus berusaha, berpikir positif, meningkatkan kemampuan, dan tidak berhenti memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Karena itu, arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa lebih tepat dipahami sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Kepercayaan tersebut boleh dijadikan referensi budaya, namun hasil akhir dari setiap ikhtiar tetap berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa.
Editor : Maylanni Diana Fitri