JAKARTA – Hari baik pindah rumah dalam tradisi Jawa dipercaya dapat ditentukan berdasarkan bulan pelaksanaan, hari yang dipilih, serta arah perjalanan menuju tempat tinggal baru. Perhitungan ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Jawa kuno terhadap posisi Naga Tahun yang diyakini memengaruhi keberuntungan penghuni rumah.
Tujuan utama perhitungan tersebut adalah agar rumah baru yang ditempati membawa keberkahan, keselamatan, ketenteraman, dan dijauhkan dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
Meski pada masa kini tidak semua masyarakat masih menggunakan perhitungan tersebut, tradisi ini tetap menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Bulan Suro hingga Mulud Dianjurkan Mengarah ke Barat dan Utara
Dalam perhitungan Jawa, bulan Suro, Safar, dan Mulud memiliki ketentuan tersendiri untuk pelaksanaan pindah rumah.
Pada ketiga bulan tersebut, hari yang dianggap baik untuk boyongan adalah Rabu, Kamis, dan Jumat.
Sementara arah awal perjalanan yang dianjurkan adalah menuju barat atau utara sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan sebenarnya.
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap posisi Naga Tahun yang menurut kepercayaan masyarakat Jawa berada pada arah tertentu pada bulan-bulan tersebut.
Apabila kondisi jalan tidak memungkinkan untuk memulai perjalanan ke arah yang dianjurkan, maka cukup dilakukan secara simbolis dengan bergerak terlebih dahulu ke arah yang dianggap baik sebelum menuju lokasi tujuan.
Ketentuan Hari dan Arah pada Bulan Berikutnya
Untuk bulan Rabiul Akhir, Jumadil Awal, dan Jumadil Akhir, hari yang dianggap baik untuk pindah rumah adalah Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Arah perjalanan yang dianjurkan pada periode ini adalah ke selatan atau ke barat sebelum melanjutkan ke lokasi rumah baru.
Sementara pada bulan Rajab, Ruwah, dan bulan Puasa atau Ramadan, hari baik untuk boyongan meliputi Sabtu, Minggu, Senin, dan Selasa.Pada bulan-bulan tersebut, arah yang dianggap baik adalah ke timur dan selatan.
Tradisi ini bertujuan menghindari arah yang dipercaya berlawanan dengan posisi Naga Tahun sehingga perpindahan rumah diharapkan berlangsung lebih lancar.
Bulan Syawal hingga Zulhijah Memiliki Ketentuan Tersendiri
Perhitungan berikutnya berlaku untuk bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.Pada periode ini, hari yang dianggap baik untuk pindah rumah adalah Selasa, Rabu, dan Kamis.
Arah perjalanan yang dianjurkan tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dalam perhitungan tradisional Jawa, yakni memulai perjalanan ke arah tertentu yang dianggap aman sebelum menuju rumah baru.
Jika kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk bergerak ke arah tersebut karena keterbatasan jalan atau bangunan di sekitar rumah, maka masyarakat terdahulu biasanya melakukan simbolisasi arah dengan berputar terlebih dahulu sesuai arah yang dianjurkan.
Menurut kepercayaan Jawa, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan adat yang diwariskan leluhur.
Pada akhirnya, tujuan dari seluruh perhitungan hari baik pindah rumah ini adalah agar penghuni rumah memperoleh kenyamanan, keharmonisan keluarga, kesehatan, serta kelancaran rezeki setelah menempati tempat tinggal baru.
Meskipun kini banyak masyarakat yang memandangnya sebagai tradisi budaya semata, perhitungan tersebut tetap menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih dikenal dan dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Jawa hingga sekarang.
source:Youtube/@Dalang Channel, gado gado
Editor : Dinda Atha Putri Maharani