TULUNGAGUNG- Benda-benda yang dianggap biasa di rumah ternyata memiliki makna tersendiri dalam kepercayaan primbon Jawa. Sapu yang disandarkan di pintu, sisir patah, hingga cermin pecah disebut sebagai benda pembawa sial menurut primbon Jawa. Keberadaannya dipercaya dapat menghambat rezeki, memunculkan energi negatif, dan mengganggu keharmonisan penghuni rumah.
Kepercayaan tersebut menjadi pembahasan dalam sebuah video YouTube yang mengulas 10 benda yang sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja di dalam rumah. Video itu juga mengajak penonton mengganti atau menyingkirkan benda yang sudah rusak agar lingkungan tempat tinggal terasa lebih tertata.
Berikut 10 benda pembawa sial menurut primbon Jawa yang disebut dalam video tersebut.
1. Sapu yang disandarkan di pintu
Sapu merupakan alat untuk membersihkan rumah. Namun, menyandarkannya di pintu dipercaya dapat menghambat datangnya keberuntungan. Pintu dianggap sebagai jalur masuk energi ke dalam rumah, sedangkan sapu yang diletakkan di sana diyakini bisa mengusir rezeki.
Selain itu, sapu yang tidak disimpan rapi disebut melambangkan kehidupan yang tidak teratur. Karena itu, video tersebut menyarankan agar sapu disimpan di tempat tertutup setelah digunakan.
2. Sisir patah atau kotor
Dalam primbon Jawa, sisir dikaitkan dengan kepala yang melambangkan harga diri, keberuntungan, dan energi seseorang. Sisir yang rusak atau kotor dipercaya dapat memengaruhi aliran energi baik.
Keberadaannya disebut bisa dikaitkan dengan kesulitan memperoleh rezeki, kemunduran hidup, hingga hubungan yang tidak harmonis. Sisir yang bersih dan masih layak pakai dianggap lebih baik untuk digunakan.
Baca Juga: Terungkap 5 Posisi Pintu Rumah yang Dipercaya Menghambat Rezeki Menurut Primbon Jawa
3. Baju lusuh atau robek
Pakaian lama yang sudah lusuh atau robek sering kali masih disimpan karena rasa sayang. Namun, menurut kepercayaan yang dibahas dalam video, pakaian tersebut dapat membawa energi negatif.
Baju dianggap mencerminkan kondisi seseorang. Mengenakan pakaian yang sudah tidak layak secara terus-menerus dipercaya bisa menarik aura buruk dan memengaruhi pekerjaan maupun rezeki. Pakaian yang tidak lagi digunakan disarankan untuk disumbangkan atau dibuang.
4. Sepatu dan sandal yang diletakkan sembarangan
Sepatu atau sandal yang berantakan, terlebih dalam posisi terbalik, dipercaya membawa energi kacau ke dalam rumah. Kondisi tersebut disebut dapat memicu konflik keluarga, membuat penghuni mudah emosi, dan menghambat datangnya rezeki.
Menata alas kaki di tempat yang semestinya menjadi langkah yang disarankan agar suasana rumah tetap rapi.
5. Cermin pecah
Cermin berkaitan dengan refleksi. Dalam kepercayaan primbon Jawa, cermin yang pecah dianggap melambangkan energi yang rusak dan dapat memancarkan aura negatif.
Video tersebut juga menyebut mitos bahwa melihat bayangan diri sendiri di cermin pecah bisa membawa kesialan beruntun. Cermin yang retak atau pecah disarankan segera dibuang atau diganti.
6. Payung yang dibuka di dalam rumah
Membuka payung di dalam rumah disebut sebagai kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Payung dipercaya sebagai simbol perlindungan. Jika dibuka di dalam rumah, benda ini diyakini dapat menghalangi datangnya rezeki.
Baca Juga: Primbon Jawa September 2026, 3 Weton Ini Disebut Punya Aura Paling Kuat
Karena itu, payung disarankan hanya digunakan ketika berada di luar rumah atau saat benar-benar diperlukan.
7. Piring dan gelas retak
Peralatan makan yang retak disebut melambangkan kehidupan yang tidak utuh. Retakan tersebut dipercaya menggambarkan rezeki yang bocor atau hubungan rumah tangga yang tidak harmonis.
Video tersebut menyarankan agar piring dan gelas yang sudah rusak segera diganti dengan yang baru.
8. Benda pusaka yang tidak dirawat
Benda pusaka seperti keris, batu bertuah, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu juga masuk dalam daftar. Menurut kepercayaan yang dibahas, benda pusaka yang tidak dirawat atau tidak diperlakukan sesuai tata cara yang diyakini dapat membawa energi negatif.
Benda-benda tersebut disebut perlu dirawat atau diperlakukan dengan cara yang benar agar tidak menjadi sumber kesialan bagi pemiliknya.
9. Jam dinding mati
Jam dinding yang sudah tidak berfungsi dipercaya dapat menghambat perkembangan bisnis dan menimbulkan ketidakstabilan dalam rumah tangga. Jam dianggap sebagai simbol perjalanan waktu dan kelanjutan kehidupan.
Karena itu, jam yang mati disarankan segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru.
10. Kalender yang sudah lewat
Kalender lama yang sudah melewati masanya juga disebut sebagai benda yang sebaiknya tidak terus disimpan. Dalam kepercayaan primbon Jawa, kalender yang sudah tidak berlaku dipercaya dapat menghambat kemajuan hidup dan rezeki.
Ketika tahun berganti, kalender lama disarankan diganti agar rumah tetap tertata dan keberuntungan diyakini terus mengalir.
Pada akhirnya, video tersebut mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya dikaitkan dengan usaha dan doa, tetapi juga lingkungan yang diciptakan di sekitar seseorang. Menyingkirkan benda rusak, membersihkan rumah, dan menata barang dapat menjadi cara untuk menciptakan suasana hidup yang lebih nyaman. Kepercayaan mengenai benda pembawa sial menurut primbon Jawa sendiri merupakan bagian dari tradisi dan mitos yang berkembang di masyarakat.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber