Hari Baik Berdasarkan Weton, Ini Cara Hitung Sri hingga Pati Menurut Primbon Jawa

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:07 WIB
Hari baik berdasarkan weton dihitung melalui neptu hari dan pasaran. Kenali lima kategori Sri, Lungguh, Dunya, Lara, dan Pati.
Hari baik berdasarkan weton dihitung melalui neptu hari dan pasaran. Kenali lima kategori Sri, Lungguh, Dunya, Lara, dan Pati.

 

JAKARTA - Hari baik berdasarkan weton menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa dalam menentukan waktu untuk berbagai keperluan penting, seperti menikah, membuka usaha, pindah rumah hingga bepergian jauh. Dalam tradisi tersebut, pemilihan waktu dilakukan melalui perhitungan neptu hari dan pasaran Jawa.
Pembahasan mengenai tradisi ini disampaikan melalui channel YouTube Weton Wangi. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Jawa sejak dahulu mengenal konsep keselarasan antara kehidupan manusia dan alam. Karena itu, waktu untuk melakukan suatu kegiatan penting tidak selalu dipilih berdasarkan tanggal yang dianggap bagus di kalender.

Hari baik dalam pandangan tradisi tersebut ditentukan melalui perhitungan neptu. Neptu merupakan nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Sementara itu, weton kelahiran seseorang diperoleh dari penjumlahan neptu hari dan pasaran ketika seseorang lahir.

Baca Juga: 7 Ciri Rumah Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, dari Pintu hingga Pilihan Cermin

 

Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Senin Pahing memiliki neptu 13. Nilai tersebut berasal dari neptu Senin sebesar 4 dan Pahing sebesar 9. Perhitungan serupa kemudian digunakan ketika seseorang hendak menentukan hari untuk kegiatan tertentu.
Menurut penjelasan dalam video, terdapat lima kategori utama yang digunakan dalam perhitungan tersebut. Kelimanya adalah Sri, Lungguh, Dunya, Lara, dan Pati.
Sri dikaitkan dengan rezeki, kemakmuran dan keberuntungan. Lungguh melambangkan kedudukan, kewibawaan serta kemantapan hidup. Sementara Dunya berkaitan dengan harta benda, kekayaan dan kelancaran usaha.

Baca Juga: 15 Tanaman Hias Pembawa Energi Positif Menurut Fengsui, Ada Lidah Mertua


Adapun Lara melambangkan sakit, gangguan atau kesulitan hidup. Sedangkan Pati dikaitkan dengan kematian, kehilangan atau halangan besar. Dalam tradisi perhitungan tersebut, hasil yang masuk kategori Sri, Lungguh atau Dunya biasanya dipandang sebagai hasil yang baik. Sebaliknya, Lara dan Pati dianggap kurang baik.
Contoh perhitungan juga diberikan untuk seseorang yang lahir pada Rabu Wage. Rabu memiliki neptu 7 dan Wage 4 sehingga total wetonnya adalah 11.
Ketika orang tersebut memilih Jumat Pon untuk menikah, neptu Jumat sebesar 6 ditambah Pon sebesar 7 sehingga menghasilkan 13. Neptu weton kelahiran dan hari pilihan kemudian dijumlahkan menjadi 24. Angka tersebut dibagi lima sesuai siklus kategori. Hasilnya menyisakan angka 4 yang masuk kategori Lara.

Baca Juga: 17 Tips Feng Shui Ruang Tamu, dari Posisi Sofa hingga Akuarium


Perhitungan serupa dilakukan ketika memilih Kamis Legi. Kamis memiliki neptu 8 dan Legi 5 sehingga totalnya 13. Jika ditambahkan dengan weton kelahiran 11, hasilnya kembali 24 dan menyisakan angka 4 atau Lara.
Pilihan berikutnya adalah Sabtu Kliwon. Sabtu memiliki neptu 9, sedangkan Kliwon bernilai 8. Total neptunya 17. Jika ditambahkan dengan weton kelahiran 11, hasil akhirnya menjadi 28. Setelah dibagi lima, tersisa angka 3 yang masuk kategori Dunya.
Dalam contoh tersebut, Dunya dianggap sebagai hasil yang baik untuk pernikahan karena memiliki simbol harta, kemakmuran dan keberkahan. Sementara untuk pernikahan, Sri dan Lungguh juga disebut sebagai kategori yang kerap dipilih karena masing-masing dikaitkan dengan rezeki serta kedudukan.

Baca Juga: 17 Tips Feng Shui Ruang Tamu, dari Posisi Sofa hingga Akuarium


Perhitungan hari baik juga disebut digunakan untuk membuka warung, berdagang atau memulai usaha. Hari yang masuk kategori Dunya atau Sri dianggap sesuai dengan harapan terhadap kelancaran harta dan rezeki.

Untuk pindah rumah, kategori Sri atau Lungguh disebut sebagai pilihan yang dianggap baik. Begitu pula ketika hendak bepergian jauh, hasil Sri atau Dunya dikaitkan dengan harapan perjalanan berjalan lancar dan selamat.
Meski demikian, video tersebut menekankan bahwa perhitungan weton dan primbon merupakan bagian dari warisan budaya Jawa. Perhitungan tersebut tidak dianjurkan untuk dijadikan satu-satunya pegangan dalam menentukan kehidupan.

Baca Juga: 5 Tata Letak Rumah yang Perlu Dihindari, Ada Cermin hingga Sumur di Depan Pintu


Dalam penjelasan Weton Wangi, segala sesuatu tetap berada dalam kehendak Tuhan. Doa, usaha dan tawakal tetap ditempatkan sebagai hal utama. Dengan demikian, pengetahuan mengenai hari baik berdasarkan weton dapat dipandang sebagai bagian dari tradisi dan wawasan budaya Jawa, bukan sebagai penentu mutlak atas takdir seseorang.

Baca Juga: Feng Shui Dapur untuk Rezeki, 6 Hal Ini Disebut Perlu Diperhatikan di Rumah

Course: YouTube @WetonWangi

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Neptu #Primbon Jawa #Weton Jawa #Budaya Jawa #Hari Baik Berdasarkan Weton