Hari Baik Mencari Nafkah Menurut Primbon Jawa, Lengkap Arah yang Disarankan

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:12 WIB
Hari baik mencari nafkah menurut primbon Jawa dibahas berdasarkan hari dan arah perjalanan, tanpa menggunakan weton maupun neptu.
Hari baik mencari nafkah menurut primbon Jawa dibahas berdasarkan hari dan arah perjalanan, tanpa menggunakan weton maupun neptu.

 

JAKARTA - Hari baik mencari nafkah dalam tradisi primbon Jawa disebut dapat dikaitkan dengan arah perjalanan berdasarkan hari dalam sepekan. Dalam penjelasan pada video tersebut, perhitungan ini dibuat sederhana karena hanya menggunakan nama hari, mulai Minggu hingga Sabtu, tanpa menggunakan weton maupun neptu.
Pembahasan tersebut terutama ditujukan bagi orang yang pekerjaannya mengharuskan bepergian untuk mencari nafkah. Salah satu contoh yang disebut adalah pedagang keliling atau orang yang berjualan di sekolah. Arah perjalanan kemudian disesuaikan dengan hari ketika seseorang hendak berangkat.
Dalam tabel yang dijelaskan, terdapat tiga kategori arah berdasarkan hari. Pertama adalah arah yang disebut sebagai "uriping dino" atau hari hidup yang dimaknai sebagai arah baik. Kedua, "laranganing dino", yakni arah yang sebaiknya dihindari. Ketiga adalah "pating dino" atau arah yang dalam penjelasan tersebut dikaitkan dengan kondisi celaka atau hari mati.

Baca Juga: Tecno Pova 8 5G Bawa Baterai 8.000 mAh, tetapi Ada Catatan di Harga Rp5 Jutaan


Contoh Arah Berdasarkan Hari
Salah satu contoh yang diberikan adalah hari Senin. Pada hari tersebut, orang yang hendak pergi mencari nafkah atau berjualan disebut disarankan menuju arah selatan atau ngidul dalam bahasa Jawa. Sementara itu, arah timur dan barat disebut sebagai arah yang perlu dihindari, sedangkan utara masuk kategori yang disebut sebagai arah celaka.
Contoh lain diberikan untuk hari Jumat. Pada hari tersebut, arah yang disebut baik untuk bepergian adalah utara atau ngalor. Sebaliknya, arah selatan disebut sebagai arah yang sebaiknya dihindari.
Penjelasan dalam video juga memberikan contoh situasi bagi seseorang yang rumahnya berada di lokasi tertentu dari tempat berjualan. Misalnya, rumah seorang pedagang berada di sebelah utara sekolah tempatnya berjualan. Apabila hari Rabu disebut memiliki arah celaka ke selatan, perjalanan langsung dari rumah menuju sekolah berarti mengikuti arah tersebut.
Dalam kondisi seperti itu, pembicara memberikan contoh alternatif dengan tidak langsung menuju arah yang dianggap kurang baik. Seseorang dapat terlebih dahulu menuju arah lain, berhenti di suatu tempat seperti pertigaan, kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi berjualan.

Baca Juga: Keluhan Siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Capai 189 Kasus, SPPG Tanjungsari Diklaim Ber-SLHS


Contoh serupa diberikan apabila rumah berada di sebelah barat dari lokasi tujuan. Jika perjalanan menuju tempat berjualan mengharuskan seseorang bergerak ke timur, pembicara menyebut perjalanan dapat diawali dengan menuju arah lain terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke lokasi tujuan.
Hari Sabtu Disebut Baik ke Barat
Hari Sabtu juga menjadi salah satu contoh yang dijelaskan. Dalam penuturan tersebut, orang yang hendak mencari nafkah pada Sabtu disebut baiknya bepergian menuju arah barat.
Pembicara kemudian menggambarkan kondisi ketika lokasi tujuan berada di sebelah utara. Perjalanan dapat dilakukan dengan menuju barat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke utara.

Baca Juga: Itel A200 Jadi Pilihan HP Sejutaan 2026, Tawarkan Layar 120 Hz dan Bodi Tahan Banting


Penjelasan tersebut menekankan bahwa arah yang disebut dalam tabel tidak selalu berarti seseorang harus langsung menuju tujuan melalui arah tersebut. Dalam situasi tertentu, perjalanan dapat disusun dengan melewati arah lain terlebih dahulu.
Pembicara juga menegaskan bahwa pembagian tersebut merupakan penjelasan berdasarkan primbon yang sedang dibahas, bukan menggunakan perhitungan weton seperti pasaran atau neptu. Karena itu, penggunaannya disebut lebih sederhana, cukup dengan melihat hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, atau Sabtu.
Pada bagian akhir, dijelaskan bahwa arah timur disebut tidak termasuk arah yang dikategorikan sebagai hari mati dalam tabel yang dibahas. Namun, pembicara tetap mengingatkan adanya perbedaan kategori arah untuk masing-masing hari.

Baca Juga: 8 HP Flagship Paling Worth It 2026, dari Realme hingga Samsung


Pembahasan mengenai hari baik mencari nafkah tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan primbon Jawa. Informasi dalam video disampaikan sebagai pengetahuan mengenai perhitungan arah berdasarkan hari, bukan sebagai kepastian mengenai hasil seseorang dalam mencari nafkah.

Baca Juga: 7 Ciri Rumah Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, dari Pintu hingga Pilihan Cermin

Course: YouTube @KHANDAKNOWONG

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Primbon Jawa #Tradisi Jawa #Mencari Nafkah #Arah Rezeki #Hari Baik Mencari Nafkah