Hari Baik untuk Memanen Menurut Primbon Jawa, Ada Senin Legi hingga Jumat Wage

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:16 WIB
Hari baik untuk memanen menurut primbon Jawa mencakup Senin Legi, Kamis Pahing, Rabu Pon hingga Jumat Wage.
Hari baik untuk memanen menurut primbon Jawa mencakup Senin Legi, Kamis Pahing, Rabu Pon hingga Jumat Wage.

 

JAKARTA - Hari baik untuk memanen menjadi salah satu bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, terutama bagi petani yang masih menggunakan perhitungan primbon dan ilmu titen. Dalam transkrip video tersebut, pemilihan waktu panen dipercaya berkaitan dengan kualitas, daya tahan, hingga hasil yang diperoleh.
Pembahasan mengenai hari baik untuk memanen itu disampaikan sebagai referensi bagi masyarakat, khususnya mereka yang berprofesi sebagai petani. Pemilihan waktu panen disebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar hasil pertanian tidak cepat rusak, mudah terjual, serta tidak menimbulkan kerugian.
Menurut penjelasan dalam video, terdapat beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menentukan waktu panen. Di antaranya fase bulan, kondisi cuaca, serta perhitungan dalam primbon Jawa.

Baca Juga: Nubia Neo 3 GT Jadi HP Gaming Rp3 Jutaan, Unggul di Performa tetapi Kamera Terbatas


Fase Bulan dan Kondisi Cuaca
Dari sisi fase bulan, bulan purnama disebut sebagai waktu yang dianggap baik untuk memanen, terutama hasil padi maupun tanaman yang buahnya berada di atas tanah. Dalam kepercayaan tersebut, hasil panen yang diambil ketika bulan purnama dipercaya memiliki kualitas lebih baik dan daya tahan lebih lama.
Sebaliknya, bulan baru atau bulan muda disebut kurang cocok untuk kegiatan panen. Namun, penjelasan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan ilmu titen yang menjadi dasar pembahasan dalam video.
Selain fase bulan, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan. Musim kemarau serta cuaca cerah pada pagi maupun sore hari disebut sebagai waktu yang tepat untuk menjaga kualitas tanaman yang akan dipanen.

Baca Juga: Pintu Utama Sejajar dengan Pintu Dapur, Bolehkah? Ini Penjelasan Menurut Feng Shui


Sementara itu, panen ketika hujan disarankan untuk dihindari. Alasannya, kondisi basah dapat membuat hasil pertanian lebih cepat membusuk atau membutuhkan proses pengeringan sebelum dapat disimpan.
Hari yang Dipantangkan dan Hari yang Dipercaya Baik
Dalam perhitungan primbon Jawa yang dijelaskan, terdapat sejumlah hari yang disebut kurang baik untuk melakukan panen. Salah satunya adalah Rabu Wekasan. Kemudian Sabtu Kliwon juga disebut sebagai hari pantangan karena dalam konteks panen dianggap sebagai hari hampa.

Baca Juga: Tecno Pova 8 Pro Naik Kelas, Bawa Layar AMOLED 144 Hz dan Fitur Gaming Unik


Selain itu, masyarakat yang menggunakan perhitungan weton juga diminta memperhatikan hari naas masing-masing. Hari naas tersebut disebut perlu dihindari untuk berbagai kegiatan, termasuk memanen.
Hari setelah hujan besar maupun setelah terjadinya gerhana bulan atau gerhana matahari juga masuk dalam daftar waktu yang disebut sebagai pantangan dalam penjelasan tersebut.
Sementara untuk hari yang dipercaya baik, beberapa pilihan yang disebut antara lain Senin Legi dan Kamis Pahing. Kedua waktu tersebut dipercaya dapat membawa kelimpahan serta membuat hasil panen lebih awet.
Pilihan lainnya adalah Rabu Pon dan Jumat Wage. Waktu tersebut dipercaya baik digunakan untuk memanen padi maupun hasil bumi lainnya agar hasil yang diperoleh tidak cepat habis.

Baca Juga: 10 HP Sejutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo hingga Performa Gaming


Selain hari, tanggal dalam penanggalan Jawa juga disebut dapat menjadi pertimbangan. Tanggal yang dianggap baik menurut ilmu titen dalam video tersebut adalah tanggal 1, 4, 7, 11, 14, 21, dan 25.
Pemilihan hari panen tersebut disebut sebagai bagian dari kebiasaan leluhur yang tidak dilakukan secara sembarangan. Namun, dalam kondisi tertentu, petani tetap dapat melakukan panen lebih cepat, misalnya ketika tanaman terancam habis dimakan wereng.
Pada akhirnya, penentuan hari baik untuk memanen dalam pembahasan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar. Kepercayaan mengenai hari dan waktu panen tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya penentu hasil pertanian, tetapi menjadi referensi bagi masyarakat yang masih mengikuti tradisi primbon Jawa dan ilmu titen.

Baca Juga: Infinix Hot 70 Dibanderol Rp2 Jutaan, Kamera Jadi Nilai Jual tetapi Layar Punya Catatan

Course: YouTube @FitkaChannel

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Primbon Jawa #Hari Panen #Ilmu Titen #Hari Baik Untuk Memanen #Petani