RADAR TULUNGAGUNG - Masa reses pertama tahun 2025, yakni pada 21-28 Februari, digunakan anggota DPRD Jawa Timur Agus Cahyono SHI MHI untuk menemui konstituennya.
Enam titik yang berada di Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Trenggalek, menjadi sasaran pada reses pertama ini.
Enam titik tersebut meliputi Kecamatan Kendal dan Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi; Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo; Kecamatan Bendungan, Pogalan, dan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Di setiap titik reses, Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur ini bertemu dengan sekitar 100 orang warga.
Beragam aspirasi masyarakat disampaikan saat reses.
Antara lain, pertama tentang pemberdayaan UMKM, mulai perizinan yang kadang memberatkan, permodalan, serta pendampingan untuk proses produksi dan pemasaran.
Kedua di sektor pertanian, di mana pupuk masih menjadi masalah di beberapa tempat.
Ketersediaan pupuk subsidi, pupuk nonsubsidi yang mahal, serta harga saat panen yang cenderung turun dikeluhkan para petani.
Mereka juga mengharapkan bantuan alat mesin pertanian serta perbaikan dan penyediaan jaringan irigasi.
Berikutnya, permasalahan infrastruktur.
"Jalan lingkungan masih banyak menjadi usulan warga. Mulai paving hingga jalan cor," ujar Agus.
Di Trenggalek sendiri, ada dua program besar untuk Trenggalek dan sekitar yang harus dikawal.
Pertama, JLS (jalur lintas selatan) ruas Trenggalek, dari Kecamatan Watulimo hingga Kecamatan Panggul.
Kedua tentang pembangunan di selingkar Wilis.
"Walau sekarang lagi gencar-gencarnya efisiensi APBN dan APBD, dua program ini harus tetap mendapat perhatian serius," tegas Agus.
Merespons aspirasi masyarakat selama reses, Agus mengatakan bahwa aspirasi yang bisa ditindaklanjuti oleh pemprov akan terus dikawal.
"Dan beberapa aspirasi akan kita koordinasikan dengan wakil rakyat yang di kabupaten dari fraksi PKS, bahkan beberapa akan kita koordinasikan dengan teman-teman fraksi PKS yang ada di pusat," tandas Agus.(tin/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri