RADAR TULUNGAGUNG - Lokasi yang ramai kembali menjadi harapan bagi pedagang di Pasar Desa Widoro, Trenggalek, atau yang dikenal Saung Ledokan Widoro (SLOW).
Pasalnya, mereka masih berdagang kendati tidak ada satu orang pun membeli.
Sejatinya, Slow dulunya ramai dikunjungi warga, tapi kini mengalami penurunan jumlah pembeli.
Pasar yang dimiliki oleh desa tersebut mulai mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020.
"Dulu ramai, tapi setelah Korona, pengunjung mulai berkurang. Waktu 2021 sampai 2023 masih lumayan ramai karena ada event. Tapi kalau sekarang, kalau tidak ada acara ya begini," ujar salah satu pedagang di pasar desa, Sri Isah.
Wanita ramah tersebut mengatakan, saat ini hanya tersisa tiga pedagang yang masih bertahan di lokasi tersebut.
Jika ada acara atau event, pasar tersebut masih bisa dipakai dan ramai pengunjung.
Namun, jika tidak ada kegiatan, lokasi pasar lebih sering digunakan sebagai tempat parkir.
"Kalau hari-hari biasa gak ada pengunjung atau pedagang di sekitar wisata. Namun, kalau ada acara desa, tempat ini bisa ramai. Jadi, para pedagang juga ga konsisten jualan, akhirnya pindah tempat sebagian," terangnya.
Isah -sapaan akrabnya- menjelaskan, dulunya ada sekitar 10 pedagang yang merupakan warga asli Desa Widoro yang mencari nafkah di pasar tersebut.
Namun, saat ini sepi dan dalam sehari hanya satu atau dua pembeli, bahkan belum tentu mendapatkan pembeli.
"Sekarang ya untuk makan saja, alhamdulillah," tambah Isah.
Dia mengaku keberadaan pasar awalnya dapat membantu menyejahterakan UMKM desa dan masyarakat Widoro dalam mencari rezeki.
Namun, banyaknya pilihan wisata dan tempat belanja lain membuat pasar semakin sepi.
Meskipun tantangan semakin besar, pedagang yang masih bertahan berharap pasar bisa kembali ramai, terutama dengan adanya event atau upaya pemerintah desa untuk menghidupkan kembali aktivitas di pasar tersebut.
"Harapannya, pemerintah desa bisa mengupayakan untuk membuka kembali atau diadakan event supaya menghidupkan UMKM Desa Widoro," tandasnya.(mg1/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri