RADAR TULUNGAGUNG - Pergi ke luar negeri tetap menjadi primadona bagi sebagian warga Trenggalek untuk mengubah nasib.
Pasalnya, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Trenggalek mengalami peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang didapat dari dinas perindustrian dan tenaga kerja (disperinaker) pada 2023, jumlah PMI laki-laki tercatat 1.117 orang, sedangkan PMI perempuan mencapai 2.336 orang.
Sementara itu, pada tahun 2024, jumlah PMI laki-laki mengalami penurunan menjadi 1.043 orang, tapi jumlah PMI perempuan meningkat signifikan menjadi 2.489 orang.
Dari situ, total PMI yang berangkat pada tahun 2024 mencapai 3.532 orang.
"Sini (Trenggalek, Red) merupakan daerah yang menyumbang PMI terbesar kedelapan di Jawa Timur," kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Trenggalek, Sarkun.
Mayoritas PMI dari Trenggalek didominasi oleh Kecamatan Watulimo dengan jumlah 500 orang. Jumlah tersebut disusul Kecamatan Durenan, Munjungan, Pogalan, Gandusari, dan Dongko.
Negara tujuan utama PMI Trenggalek masih didominasi oleh Hong Kong dan Taiwan.
Menurutnya, negara tersebut dikenal sebagai negara dengan permintaan tinggi terhadap tenaga kerja sektor domestik dan perawatan.
“Berdasarkan informasi yang datang pada kami, faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah PMI, khususnya perempuan, adalah tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor rumah tangga dan perawatan lansia di kedua negara itu,” katanya.
Karena itu, disperinaker berupaya memberikan pendampingan serta pelatihan kepada calon PMI agar mereka lebih siap menghadapi tantangan di luar negeri.
Selain itu, perlindungan terhadap PMI juga menjadi perhatian utama guna memastikan hak-hak mereka tetap terlindungi selama bekerja di negara tujuan.
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tindakan pidana perdagangan orang (TPPO) supaya masyarakat tidak tertipu dan terjerumus ke jalur ilegal," terangnya.
Dengan meningkatnya jumlah PMI dari Trenggalek, lanjut Sarkun, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah asal melalui remitansi yang dikirimkan.
Namun, pemerintah juga mengingatkan agar calon PMI tetap memperhatikan prosedur resmi dan legal sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.
"Melalui pelatihan yang kami adakan serta pengalaman kerja yang sudah didapatkan di negara lain, bisa dipraktikkan atau membuka wirausaha sendiri. Sehingga bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar," pungkasnya. (mg1/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri