RADAR TULUNGAGUNG - Kendati pembeli di area dalam sepi, Pasar Pon Trenggalek menjadi salah satu lokasi strategis untuk para pedagang takjil berjualan saat bulan Ramadan.
Pasalnya, pasar yang berada di tengah kota tersebut memiliki tempat parkir yang luas.
Karena itu dibuka pasar takjil sejak tanggal 1 Ramadan (Sabtu, 1/3) hingga Ramadan berakhir.
Tak ayal, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan dan mencari nafkah.
Salah seorang pedagang aneka takjil di Pasar Pon, Prapti mengungkapkan, para pedagang yang berjualan di Pasar Pon tersebut telah didata sebelum pelaksanaan.
Selain itu, setiap pedagang dikenakan biaya retribusi harian sebesar Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu.
"Biasanya kalau dagang di depan halaman Pasar Pon. Namun akan ada acara menjelang Lebaran, para pedagang dipindahkan ke bagian belakang pasar," tuturnya.
Prapti menambahkan bahwa omzet hariannya tidak menentu.
Tetapi, selama Ramadan, dagangannya selalu laris.
Menurutnya, dia dalam sehari bisa menghabiskan seluruh takjil yang dijual.
“Syukurlah pasar takjil di sini selama Ramadan membawa berkah bagi kami semua,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan oleh salah seorang pedagang dawet di lokasi yang sama, Dani.
Dia menambahkan, saat Ramadan, pendapatannya bisa mencapai Rp 1 juta per hari. Jumlah tersebut berbeda dengan hari biasa yang jauh lebih rendah.
"Dalam sehari, saya bisa menghabiskan 2 hingga 3 kilo dawet. Saya sudah berjualan di sekitar Pasar Pon selama 6 tahun, sehingga omzet pada bulan Ramadan terus naik," ujarnya.
Dia berharap dengan adanya pasar takjil ini para pedagang bisa terus meningkatkan pendapatan mereka selama bulan suci.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM, sehingga pemkab pun terus berupaya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat," tandasnya. (mg1/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri