RADAR TULUNGAGUNG - Proses pelunasan biaya haji bagi calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Trenggalek terus berlangsung.
Adapun total 419 CJH direncanakan akan berangkat ke Makkah tahun ini.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 283 orang telah menyelesaikan pembayaran pada Senin (3/3) lalu.
Sementara itu, 136 orang lainnya masih belum melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Trenggalek, Subkhan Hamzah, mengungkapkan bahwa batas waktu pelunasan tahap pertama akan berakhir pada 14 Maret 2025.
Karena itu diharapkan bagi CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini segera melakukan pelunasan.
“Setelah tanggal itu, baru akan diketahui jumlah jemaah yang tidak melunasi, dan selanjutnya akan dibuka pelunasan tahap dua bagi CJH penggabung,” jelasnya.
Untuk embarkasi Surabaya, biaya haji yang harus dibayarkan CJH sebesar Rp 60.955.751.
Sebelumnya, mereka telah membayar setoran awal sebesar Rp 25 juta sehingga masih ada kekurangan Rp 35.955.752 yang harus dilunasi.
“Untuk bisa melunasi biaya haji, CJH juga harus memiliki surat istitha'ah atau keterangan kesehatan. Surat itu nantinya akan diterbitkan oleh puskesmas sesuai domisili masing-masing,” katanya.
Kepada para CJH yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan di puskemas diharapkan segera melakukannya.
Lokasinya berada di puskesmas terdekat tempat tinggalnya.
Dalam hal ini, kankemenag telah bekerja sama dengan dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkesdalduk KB).
Lebih lanjut, Subkhan menyampaikan bahwa keberangkatan CJH asal Trenggalek dijadwalkan pada awal Mei 2025.
"Kabupaten Trenggalek mendapatkan kuota pada gelombang pertama, kloter kedua dan ketiga, yang berangkat hampir bersamaan dengan CJH asal Tulungagung," pungkasnya. (kho/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri