Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tak Tersentuh Perbaikan, Warga di Trenggalek Urunan Ngecor Jalan

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 11 Maret 2025 | 21:34 WIB
Warga Ngadimulyo melakukan perbaikan jalan secara gotong royong dengan dana mandiri.
Warga Ngadimulyo melakukan perbaikan jalan secara gotong royong dengan dana mandiri.

RADAR TULUNGAGUNG - Bukan sekedar menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek untuk memperbaiki jalan berlubang, melainkan juga melakukannya dengan aksi.

Hal itu seperti yang dilakukan warga di Dukuh Patuk, Dusun Tanjung, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Trenggalek.

Pasalnya, di tengah menjalankan ibadah puasa, mereka justru menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa, dengan memperbaiki jalan rusak di wilayahnya.

Tidak main-main para warga tersebut secara swadaya memperbaiki jalan rusak sepanjang 1,5 kilometer yang sudah puluhan tahun terbengkalai.

Jalur yang menghubungkan kawasan Kedunggari hingga Lapangan Voli Dukuh Patuk itu diperbaiki dengan metode pengecoran beton.

Menariknya, seluruh biaya perbaikan berasal dari iuran sukarela warga di tiga RT, yakni RT 2, 3, dan 4 RW 01, dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp 10.450.000.

Baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, semua warga turun tangan dalam aksi perbaikan jalan ini.

“Sudah 10 tahun jalan ini tidak pernah disentuh pemerintah. Kami sudah mengajukan permohonan berkali-kali, tapi tidak ada tindakan nyata. Akhirnya, kami memutuskan untuk bergerak sendiri,” ujar Karyanto, salah satu warga yang ikut dalam gotong royong tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah telah menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan.

Bahkan, jalan berbatu dan licin itu kerap menjadi penyebab kecelakaan.

“Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, warga yang ingin beraktivitas ekonomi juga terganggu. Kami tidak bisa terus menunggu bantuan dari pemerintah,” tambahnya.

Semangat kebersamaan ini semakin terasa karena dilakukan di bulan Ramadan.

Arga, warga lainnya, menilai bahwa kerja bakti ini menjadi bukti kuatnya kepedulian sosial masyarakat.

“Meski sedang puasa, warga tetap antusias. Ini bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian masih sangat kuat di antara kami. Kami berharap, dengan perbaikan ini, jalan ini bisa bertahan lama dan memudahkan aktivitas warga,” ujarnya.

Proses pengecoran dilakukan secara bergiliran.

Para warga membagi tugas, mulai dari menyiapkan material, mencampur beton, hingga menuangkannya ke badan jalan.

Tak hanya kaum pria, para ibu-ibu juga turut membantu dengan penuh semangat.

Kendati demikian, warga tetap berharap agar pemerintah daerah lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur di pelosok.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi, warga Ngadimulyo membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan perubahan.

Aksi mereka menjadi inspirasi bagi banyak pihak, terutama di tengah bulan suci Ramadan yang penuh dengan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kami tidak menuntut banyak, hanya ingin infrastruktur dasar seperti jalan yang layak. Semoga setelah ini, pemerintah bisa lebih peka terhadap kebutuhan warga,” harap Karyanto. (kho/jaz)

 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ramadan #ngadimulyo #kerja bakti #jalan rusak #Swadaya #kecamatan kampak