RADAR TRENGGALEK - Selama Ramadhan, stok darah di PMI Trenggalek terus menipis karena jumlah pendonor berkurang, padahal kebutuhan tetap tinggi.
Alhasil Unit Donor Darah PMI Trenggalek harus melakukan aksi jemput bola untuk memenuhi kebutuhan stok darah yang menipis.
Baca Juga: Darah A dan AB di Trenggalek Menipis, Tak Mampu Cukupi Kebutuhan Harian
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar layanan donor darah menggunakan mobile unit di Alun-Alun Trenggalek.
Dengan adanya mobile unit, masyarakat bisa lebih mudah mendonorkan darahnya tanpa harus datang langsung ke kantor PMI.
Baca Juga: Darah saat Menstruasi Berwarna Kecokelatan? Jangan Panik, Kenali Penyebabnya di Sini!
“Saat puasa, masyarakat cenderung enggan mendonorkan darah karena khawatir lemas. Alhasil, kami harus datang di lokasi strategis seperti Alun-Alun Trenggalek agar lebih banyak yang bisa ikut berpartisipasi, terutama setelah berbuka puasa,” ujar Kepala UDD PMI Trenggalek, dr Sugito Teguh.
Pihaknya mengungkapkan, saat bulan Ramadhan, potensi menurunnya jumlah pendonor bisa mencapai 70 persen dari rata-rata pendonor per hari antara 15-20 orang atau sekitar 600 hingga 700 per bulan.
Baca Juga: Diminta Tutup Karaoke Selama Ramadhan, Pelaku Usaha Hiburan di Tulungagung Keberatan, Ini Alasannya
"Selama Ramadan, kami melakukan jemput bola, karena biasanya jumlah pendonor menurun drastis," paparnya.
Ketidakseimbangan antara jumlah pendonor dan kebutuhan darah perlu diantisipasi.
Baca Juga: Full Body Workout Tetap Cocok Diterapkan saat Ramadhan? Ini Pendapat Personal Trainer Tulungagung
Melalui jemput bola ini, PMI Trenggalek berharap stok darah bisa tetap terjaga selama bulan Ramadan dan bisa membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit.
"Tak hanya di alun-alun, kami melakukan jemput bola di berbagai daerah yang ingin berpartisipasi untuk melakukan donor darah," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana