RADAR TULUNGAGUNG - Proses pembangunan Bendungan Bagong di wilayah Kecamatan Bendungan, Trenggalek, berpotensi akan semakin panjang.
Pasalnya, status proyek strategis nasional (PSN) yang telah melekat sejak awal pembangunan, saat ini resmi dicabut oleh pemerintah pusat.
Tercoretnya bendungan tersebut didasarkan Presiden Prabowo Subianto yang telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
Salah satu PSN yang tidak lagi masuk rencana pembangunan adalah Bendungan Bagong Trenggalek.
Pada Perpres 12 tersebut, Prabowo menetapkan 77 PSN.
Dari jumlah itu, terdapat 47 proyek lanjutan dari pemerintahan sebelumnya.
Namun, daftar proyek tersebut tidak lagi mencantumkan Bendungan Bagong sebagai PSN.
Hanya ada empat bendungan yang masuk dalam PSN 2025-2029.
Terdiri dari Bendungan Way Apu, Bendungan Jragung, Bendungan Mbay, dan Bendungan Bulango Ulu.
Kendati demikian, pemerintah pusat tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek agar tidak terbengkalai.
Hal tersebut harus dilakukan mengingat pembangunan bendungan saat ini telah mencapai progres sekitar 52 persen.
Dengan begitu, proses pembangunannya ke depan dengan tempo yang lebih fleksibel.
“Bendungan Bagong memang tak lagi PSN, tetapi progresnya sudah mencapai lebih dari separo jalan. Pembangunan tetap dilanjutkan, hanya saja tanpa tenggat waktu seketat sebelumnya,” ujar Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
Sebagai infrastruktur vital, Bendungan Bagong diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air, mendukung sistem irigasi, serta mengurangi risiko banjir di wilayah Trenggalek.
Oleh karena itu, proyek ini tetap menjadi prioritas bagi pemerintah daerah.
“Ini adalah investasi besar yang akan sangat berguna bagi pengelolaan sumber daya air di Trenggalek. Kami pastikan proyek ini tidak terbengkalai,” katanya.
Pihaknya menyebut, meskipun penyelesaian pembangunan berpotensi mundur, dia tidak mempersoalkan.
Menurutnya, nilai manfaat bendungan cukup besar bagi Trenggalek.
"Mulai dari pengendali banjir maupun untuk irigasi," imbuhnya.
Diketahui, proyek Bendungan Bagong mulai dikerjakan pada 2018 dan ditargetkan selesai pada 2022.
Namun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala sehingga menghalangi proses pembangunan.
BBWS Brantas menargetkan proyek tersebut baru bisa dituntaskan pada 2026 atau molor 4 tahun dari rencana awal. (kho/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri