RADAR TULUNGAGUNG - Setiap Ramadan, jasa penukaran uang baru menjadi salah satu pekerjaan musiman yang banyak ditemui di pinggir jalan, termasuk di Trenggalek.
Hal ini terlihat di sepanjang Jalan Panglima Sudirman masuk Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.
Tradisi menukar uang pecahan kecil untuk kebutuhan Lebaran membuat bisnis ini tetap diminati masyarakat.
Salah seorang penyedia jasa ini, Joko Putro Wardoyo, mengaku telah menjalankan usaha tersebut sejak tahun 2015.
Bersama 12 pelaku usaha lainnya, mereka mulai menawarkan jasanya setiap hari sekitar pukul 10.00 hingga 17.00.
"Sekitar 12 pelaku jasa penukaran uang dan seluruh penyedia jasa, baik lama maupun baru, wajib didata oleh pihak kepolisian guna mencegah peredaran uang palsu ," terangnya.
Pria asal Blitar itu mengatakan bahwa dirinya menawarkan berbagai pecahan uang mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, hingga Rp 50.000.
Jika pengunjung ramai bisa melayani hingga 10 paket penukaran dalam sehari dengan omzet mencapai Rp 6 juta hingga Rp 10 juta.
Namun, pendapatan mereka tidak selalu menentu, tergantung pada jumlah pelanggan yang datang.
Menariknya, Joko dan para penyedia jasa lainnya bukanlah pemilik langsung dari uang yang ditukarkan.
Mereka bekerja di bawah seorang bandar yang digaji berdasarkan sistem setoran.
"Kami tidak mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan, tetapi menerima gaji dari bos sesuai dengan jumlah uang yang kami serahkan," ungkapnya.
Meski merupakan pekerjaan musiman, jasa penukaran uang baru tetap menjadi peluang usaha yang diminati menjelang Lebaran.
"Mayoritas pedagang berasal dari Blitar dan mayoritas dari mereka mendapatkan uang penukaran dari bosnya. Meskipun keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar, bisa mendapatkan penghasilan tambahan selama bulan Ramadan," tutupnya. (mg1/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri