Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sambut Lebaran, Desa-Desa di Durenan Trenggalek Pasang Hiasan Jalan

Wanda Asmah Khoiriyah • Jumat, 28 Maret 2025 | 02:41 WIB
Hiasan kertas kain memenuhi jalan di perbatasan Desa Semarum dan Desa Pakis, Kecamatan Durenan, Trenggalek.
Hiasan kertas kain memenuhi jalan di perbatasan Desa Semarum dan Desa Pakis, Kecamatan Durenan, Trenggalek.

RADAR TULUNGAGUNG - Semarak Hari Raya Idul Fitri 1446 H sudah mulai masuk ke kawasan Trenggalek.

Pasalnya, berbagai elemen masyarakat bahu-membahu menghias halaman sekitarnya dengan berbagai pernak-pernik Lebaran.

Hal ini seperti yang terlihat di kawasan Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, sepanjang jalan di desa tersebut dihiasi dengan kain warna-warni dan lampu kemerlip.

Sebab, hal tersebut merupakan tradisi masyarakat setempat yang telah menjadi bagian dari cara untuk menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita.

Karena itu, sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran sekitar Rabu (21/3) lalu, masyarakat sudah memasang hiasan di sepanjang jalan desa.

"Pemasangan hiasan ini telah dilakukan secara rutin setiap tahun dan terus berkembang mengikuti tren zaman," ujar salah seorang warga desa setempat yang juga ikut memasang hiasan, Muhammad Sanar. 

Sanar, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pemasangan hiasan kampung tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat.

Setiap orang berkontribusi sesuai dengan kemampuan mereka.

Itu terjadi karena tradisi tersebut bukan hanya sekedar mempercantik lingkungan desa, melainkan juga mempererat rasa kebersamaan dan kekompakan.

"Semua warga ikut turun tangan. Biaya yang dikeluarkan juga berasal dari iuran masyarakat, jadi ini benar-benar hasil usaha bersama," terangnya.  

Selain untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri, tradisi menghias jalan tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari perayaan hari Kupatan yang jatuh tujuh hari setelah Lebaran.

Kupatan sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Jawa yang identik dengan makan ketupat bersama keluarga dan tetangga sebagai simbol kebersamaan dan doa untuk keselamatan.

"Menariknya, setiap tahun hiasan dan pernak-perniknya menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin modern. Kalau di lingkup RT saya, semua sudah terpasang sejak awal bulan puasa," ungkapnya.  

Pemasangan hiasan tersebut tidak hanya menambah keindahan desa saat malam hari, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih semarak dan penuh kebersamaan bagi warga setempat.

"Dengan antusiasme yang tinggi, masyarakat berharap tradisi ini dapat terus berlanjut dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin merasakan kemeriahan Lebaran hingga Kupatan," pungkasnya. (mg1/c1/jaz)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#idul fitri #pernak-pernik #puasa #lebaran #kupatan