RADAR TULUNGAGUNG - Keberadaan ojek pangkalan di Trenggalek semakin terpuruk akibat minimnya penumpang.
Pengemudi keluhkan pendapatan menurun drastis.
Salah seorang pengemudi ojek pangkalan Stasiun Trenggalek, Minto, mengaku kesulitan mendapatkan pelanggan setiap harinya.
Dalam sehari, dia bahkan bisa tidak mendapatkan penumpang sama sekali atau hanya melayani satu hingga dua orang.
"Kadang seharian duduk di pangkalan, tapi tidak ada yang naik. Paling dapat satu atau dua penumpang. Itu pun sudah syukur," keluh Minto, saat ditemui di pangkalannya.
Pria ramah tersebut mengatakan, dulu ojek pangkalan masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan.
Namun, kini dengan semakin mudahnya akses terhadap kendaraan pribadi serta kemudahan menggunakan transportasi online, masyarakat mulai meninggalkan jasa ojek pangkalan.
Kondisi ini membuat banyak pengemudi ojek pangkalan menyerah dan mencari pekerjaan lain.
Beberapa dari mereka memilih beralih ke sektor lain seperti buruh harian atau pekerjaan serabutan untuk menyambung hidup.
"Dulu sebelum ada transportasi online, ojek pangkalan masih cukup ramai. Sekarang orang lebih suka pesan ojek lewat aplikasi atau pakai motor sendiri," tambahnya.
Minto menambahkan, menurunnya jumlah penumpang disebabkan oleh semakin banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi, serta kehadiran transportasi online yang kini lebih banyak dipilih oleh warga.
"Kalau begini terus, mungkin tidak lama lagi ojek pangkalan benar-benar hilang," ujarnya.
Sebagai tukang ojek pangkalan, dia berharap adanya solusi dari pemkab agar mereka tetap bisa bertahan.
Beberapa di antaranya mencoba beradaptasi dengan teknologi dengan bergabung ke layanan ojek online, sementara yang lain masih mengandalkan pelanggan tetap yang sudah mereka kenal.
Meski demikian, situasi ini membuat banyak pengemudi ojek pangkalan semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jika kondisi ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan banyak ojek pangkalan yang akan hilang dalam waktu dekat.
"Jika ada penumpang, saya langsung bergegas meskipun kadang mereka menawar dengan harga yang cukup rendah. Hal itu saya lakukan untuk mendapatkan penghasilan meskipun jumlahnya sangat sedikit," tandasnya. (was/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri