Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lebaran Tak Berdampak Besar, Segini Pendapatan Pedagang Baju Pasar Pon Trenggalek

Wanda Asmah Khoiriyah • Minggu, 13 April 2025 | 02:34 WIB
Pedagang baju di Pasar Pon Trenggalek menunggu pembeli kendati pasca-Lebaran kemarin.
Pedagang baju di Pasar Pon Trenggalek menunggu pembeli kendati pasca-Lebaran kemarin.

RADAR TULUNGAGUNG - Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang telah usai tak memberi dampak positif bagi pedagang pakaian di Pasar Pon Trenggalek.

Pasalnya, mereka masih keluhkan sepi pembeli.

Sebenarnya, para pembeli berdatangan, tapi tidak berpengaruh pada omzet pedagang. 

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, pada lantai dua Pasar Pon yang khusus untuk pedagang pakaian yang tampak lengang, terlihat sejumlah kios tutup.

Meski ada pengunjung, mereka hanya melihat dan tak banyak yang beli.

"Biasanya, pembeli mulai ramai di pertengahan puasa, tapi kebanyakan belanja di ruko depan. Kami yang di belakang hanya di bagian sisa saja," ujar salah seorang pedagang pakaian, Binti Munawaroh. 

Binti yang sudah berjualan sejak 2012 ini menyebut kondisi pasar mulai sepi setelah pandemi Covid-19 pada 2023.

Sepinya pembeli disinyalir sejumlah faktor, salah satunya daya beli masyarakat yang turut serta meningkatnya e-commerce

Upaya mengatasi sepinya pembeli sudah dilakukannya dengan mencoba berjualan di marketplace.

Namun, upaya tersebut tidak pernah berhasil karena pembeli online sekadar membandingkan kain dengan pedagang lain sehingga sangat sulit menembus pasar.

Penjualan melalui marketplace memang tidak semudah berinteraksi dengan para pembeli, tapi harus dituntut konsisten serta harus membayar biaya promosi guna menjangkau banyak pelanggan.

Baca Juga: Mr X Ditemukan Meninggal Tenggelam di Kedung Kali Timo Tulungagung

Tindakan tersebut dinilai memberatkan karena kesulitan membagi waktu serta mahalnya biaya promosi.

"Saya tidak telaten untuk terus berjualan di platform digital. Saat ini hanya bisa mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar, meskipun jumlahnya tidak menentu," terangnya. 

Menurutnya, saat menjelang Lebaran, peningkatan jumlah pembeli hanya terasa pada Sabtu dan Minggu.

Pada hari tersebut, dia bisa menjual hingga 10 potong pakaian, sedangkan di hari biasa hanya terjual satu potong atau bahkan tidak laku sama sekali.

"Saya berharap situasi ini selalu membaik, sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik setelah beberapa waktu mengalami penurunan omzet," pungkasnya.(was/c1/jaz)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#marketplace #platform digital #idul fitri #e-commerce #Pasar Pon