RADAR TULUNGAGUNG — Sampai saat ini di wilayah Blitar Raya terdapat 6 stasiun kereta api yang masih aktif.
Kendati demikian, di antara kisah 6 stasiun kereta api aktif di Blitar Raya terselip sebuah cerita mengenai sebuah stasiun nonaktif.
Baca Juga: Kenalkan 6 Stasiun Kereta Api di Wilayah Blitar Raya, Mana yang Kamu Tahu?
Bahkan konon stasiun ini salah satu yang non aktif di wilayah Blitar Raya hingga saat ini. Bahkan bangunan stasiun sudah lenyap.
Stasiun kereta api ini terletak di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Namun namanya justru mengambil nama desa tetangga, yakni Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Hal ini mengingatkan pada Stasiun Ngujang di Tulungagung yang justru berada di Desa/Kecamatan Ngantru.
Ya, stasiun yang dimaksud adalah Stasiun Bendo. Meski kini sudah tidak beroperasi, stasiun ini pernah memainkan peran penting dalam jaringan kereta api di Jawa Timur.
Stasiun ini berdiri pada ketinggian +151 meter di atas permukaan laut dan berada di jalur Bangil – Blitar – Kertosono.
Stasiun Bendo dibangun pada era kolonial Belanda dan awalnya berfungsi sebagai titik penghubung antara wilayah operasional Surabaya (Daop VIII) dan Madiun (Daop VII).
Baca Juga: Stasiun Papar di Kabupaten Kediri Punya Sejarah Unik Jalur Kereta Api, Seperti Apa Kisahnya?
Selain melayani angkutan penumpang, stasiun ini juga berperan dalam distribusi hasil susu dari industri peternakan sapi yang berkembang di sekitar Blitar.
Stasiun Bendo memiliki dua jalur aktif, di mana jalur 2 berfungsi sebagai sepur lurus atau jalur utama.
Memasuki tahun 1980, Stasiun Bendo resmi ditutup akibat penurunan jumlah penumpang dan perubahan pola transportasi masyarakat.
Pasca-penutupan, bangunan stasiun sempat terbengkalai dan menjadi tempat aktivitas negatif seperti perjudian dan mabuk-mabukan.
Baca Juga: Inilah Pemegang Status Stasiun Kereta Api Paling Utara di Wilayah Kediri Raya, Bisa Menebak?
Demi menjaga ketertiban lingkungan, warga sekitar akhirnya memutuskan untuk meratakan bangunan stasiun.
Walaupun bangunan fisik Stasiun Bendo sudah tidak ada, namanya tetap melekat dalam memori masyarakat.
Baca Juga: Yuk Mengenal 7 Stasiun di Wilayah Kediri Raya, Nomor 4 dan 5 Hanya untuk Persilangan Kereta Api
Salah satu buktinya adalah adanya Jalan Stasiun yang menghubungkan Desa Bendo dan Desa Ngaglik, sebagai penghormatan terhadap keberadaan stasiun bersejarah tersebut.
Stasiun Bendo kini menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian Blitar Raya, mengingatkan kita akan pentingnya peran jalur rel dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masa lalu. ****
Editor : Dharaka R. Perdana