Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenalan Yuk dengan 5 Stasiun Kereta Api di Nganjuk, Tiga di Antaranya Tak Melayani Naik Turun Penumpang

Dharaka R. Perdana • Jumat, 2 Mei 2025 | 18:20 WIB

Stasiun Kertosono yang menjadi terbesar di Nganjuk. (FACEBOOK SAIFUL ANAM)
Stasiun Kertosono yang menjadi terbesar di Nganjuk. (FACEBOOK SAIFUL ANAM)

RADAR TULUNGAGUNG - Posisi Nganjuk yang berada di wilayah tengah Jawa Timur tampaknya menjadi salah satu alasan banyaknya stasiun kereta api di sini.

Tercatat di Nganjuk ada 5 stasiun kereta api yang terus melayani calon penumpang setiap hari.

Berikut ulasan 5 stasiun kereta api di wilayah Nganjuk:

1. Stasiun Nganjuk (NJ)

Stasiun Nganjuk, yang terletak di pusat Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, merupakan bagian penting dari sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Stasiun ini dibangun pada masa kolonial Belanda oleh perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS) sebagai bagian dari jalur kereta api lintas selatan Jawa yang menghubungkan Surabaya dan Yogyakarta.

Baca Juga: Terselip di Antara Hiruk Pikuk Kota Blitar, Berikut Sekelumit Kisah Halte Gebang

Secara resmi, Stasiun Nganjuk mulai beroperasi pada akhir abad ke-19, dan menjadi titik vital dalam pengangkutan hasil bumi serta mobilitas masyarakat.

Dalam perkembangannya, Stasiun Nganjuk mengalami berbagai renovasi dan modernisasi, termasuk sistem pemesanan tiket elektronik, perluasan peron, dan peningkatan fasilitas penumpang.

Meski desain bangunan aslinya telah mengalami perubahan, nilai historis stasiun ini tetap melekat sebagai simbol kemajuan transportasi di kawasan Mataraman.

Baca Juga: Stasiun Bendo Saksi Sejarah Transportasi Masal di Blitar Tinggal Cerita, Begini Kisahnya

Hingga kini, Stasiun Nganjuk melayani berbagai jenis perjalanan kereta api antarkota, menjadikannya sebagai pusat transportasi utama di wilayah barat Jawa Timur.

Keberadaan stasiun ini tidak hanya menunjang aktivitas ekonomi, tapi juga menjadi bagian penting dari identitas kota Nganjuk.

Stasiun Nganjuk berada di Jalan Panglima Besar Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk, Jawa Timur dan hanya berjarak sekitar 700 meter dari Alun-alun Nganjuk.

2. Stasiun Kertosono (KTS)

Stasiun Kertosono adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.

Berada di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa, stasiun ini menjadi titik temu penting antara jalur kereta dari Surabaya menuju Yogyakarta dan jalur cabang menuju Blitar dan Tulungagung.

Dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, Stasiun Kertosono melayani berbagai perjalanan kereta api antarkota, termasuk kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif.

Beberapa kereta populer yang berhenti di sini antara lain KA Gajayana, KA Bima, KA Malioboro Ekspres, KA Kahuripan, dan KA Matarmaja.

Stasiun ini memiliki empat jalur aktif dengan dua peron utama, serta dilengkapi fasilitas modern seperti loket tiket online, ruang tunggu nyaman, mushola, toilet, dan area parkir yang luas.

Letaknya yang dekat dengan jalur nasional membuat akses menuju stasiun ini sangat mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Dengan fungsi strategisnya sebagai simpul persimpangan jalur rel, Stasiun Kertosono berperan penting dalam mendukung mobilitas warga Jawa Timur dan sekitarnya, sekaligus menjadi pintu gerbang menuju wilayah selatan dan barat Jawa.

3. Stasiun Bagor (BGR)

Stasiun Bagor (BGR) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Jawa Timur.

Stasiun ini berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi VII Madiun dan berfungsi sebagai titik penting untuk persilangan dan penyusulan kereta api antarkota di jalur lintas selatan Pulau Jawa.

Terletak sekitar 100 meter di selatan Jalan Raya Caruban–Nganjuk, Stasiun Bagor memiliki empat jalur aktif, dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus.

Pada tahun 2019, seiring dengan pengoperasian jalur ganda ruas Nganjuk–Babadan, stasiun ini mengalami modernisasi signifikan, termasuk pembangunan gedung baru dan penggantian sistem persinyalan dari mekanik ke elektrik.

Meskipun tidak melayani naik-turun penumpang, peran Stasiun Bagor sangat vital dalam kelancaran operasional kereta api di wilayah barat Kabupaten Nganjuk.

Keberadaannya mendukung efisiensi perjalanan kereta api antarkota dan distribusi logistik di jalur utama Jawa Timur.

4. Stasiun Baron

Stasiun Baron (BRN) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.

Meskipun dinamakan "Baron", stasiun ini tidak berada di wilayah Kecamatan Baron, melainkan di utara wilayah tersebut.

Stasiun ini berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi VII Madiun dan berfungsi sebagai titik penting untuk persilangan dan penyusulan kereta api antarkota di jalur lintas selatan Pulau Jawa.

Stasiun Baron terletak di Jalan Raya Nganjuk–Kertosono, tepat di barat perlintasan sebidang. Pada awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus serta satu sepur badug di sisi timur bangunan lama.

Setelah pengoperasian jalur ganda menuju Stasiun Nganjuk pada 14 Maret 2019 dan kemudian menuju Stasiun Jombang pada 30 Oktober 2019, jumlah jalur bertambah menjadi empat.

Jalur 1 lama diubah menjadi jalur 2 sebagai sepur lurus arah Madiun, dan jalur 2 lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus arah Kertosono.

Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.

Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen dirobohkan dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar.

Meskipun tidak melayani naik-turun penumpang, peran Stasiun Baron sangat vital dalam kelancaran operasional kereta api di wilayah barat Kabupaten Nganjuk.

Keberadaannya mendukung efisiensi perjalanan kereta api antarkota dan distribusi logistik di jalur utama Jawa Timur.

5. Stasiun Wilangan

Stasiun Wilangan (WLG) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur.

Stasiun ini merupakan stasiun paling barat di Kabupaten Nganjuk dan termasuk dalam wilayah operasi Daerah Operasi VII Madiun.

Berada di ketinggian +96 meter di atas permukaan laut, stasiun ini memiliki nilai historis dalam perkembangan transportasi kereta api di Jawa Timur.

Dibangun pada akhir abad ke-19 oleh perusahaan kereta api kolonial Staatsspoorwegen (SS), Stasiun Wilangan menjadi bagian dari jalur kereta api lintas selatan yang menghubungkan Surabaya dengan Solo.

Selama masa operasionalnya, stasiun ini memiliki dua jalur aktif dengan jalur 1 sebagai sepur lurus dan satu sepur badug di sisi timur bangunan.

Namun, seiring dengan pengoperasian jalur ganda ruas Nganjuk–Babadan pada 30 April 2019, Stasiun Wilangan dinonaktifkan dan tidak lagi melayani aktivitas naik-turun penumpang.

Saat ini, stasiun ini berfungsi sebagai titik pengendali sinyal blok intermediet elektrik. Meskipun demikian, bangunan stasiun dan gudang peninggalan Staatsspoorwegen masih dipertahankan sebagai bagian dari warisan sejarah perkeretaapian Indonesia.


---

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#nganjuk #stasiun #kereta api #jawa timur