TRENGGALEK – Ribuan jamaah memadati halaman Balai Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Trenggalek, pada Rabu (2/7/2025) malam. Mereka hadir untuk mengikuti Pengajian Akbar 1 Muharram 1447 H bersama dai muda yang tengah naik daun, Gus Iqdam.
Momen tahun baru Islam ini dimanfaatkan warga Trenggalek untuk memperkuat keimanan, sekaligus menyimak ceramah khas Gus Iqdam yang dikenal dekat dengan anak muda.
Dalam ceramahnya, Gus Iqdam menyampaikan pesan ke warga Trenggalek pentingnya menjaga amalan dan meninggalkan maksiat, terutama di bulan Muharram yang istimewa.
Gus Iqdam menegaskan bahwa walaupun perbuatan dosa sama seperti hari-hari biasa.
Namun, ketika dilakukan di bulan Suro dampaknya jauh lebih berat.
“Kemaksiatan di bulan Suro itu lebih besar dosanya karena ini bulan mulia,” tegas Gus Iqdam di hadapan jamaah.
Selain memperingatkan tentang maksiat, Gus Iqdam juga meluruskan mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat, seperti larangan menikah di bulan Suro.
“Menikah itu bukan maksiat, jadi tidak perlu takut. Justru jika diniatkan ibadah, akan menjadi jalan kebaikan,” ujarnya.
Gus Iqdam menambahkan bahwa yang perlu dihindari adalah hal-hal yang melanggar agama, bukan pernikahan yang sah secara syar’i.
Menurut Gus Iqdam, bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, yang berarti segala amal baik akan dilipatgandakan pahalanya.
“Kalau bahasa gaulnya, ini bulan promo ganjaran. Sekecil apa pun amal, kalau dilakukan di Muharram, insyaallah pahalanya besar,” jelas Gus Iqdam dengan gaya khas yang disambut gelak tawa jamaah.
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini tak hanya diisi ceramah, tetapi juga penampilan Hadroh Pusat Sabilu Taubah yang menambah suasana khidmat.
Warga RT 8 RW 2, Desa Kedungsigit, Trenggalek sebagai penyelenggara acara, menyebutkan bahwa pengajian ini merupakan bentuk rasa syukur dan harapan agar masyarakat bisa memulai tahun baru Islam dengan taubat dan semangat baru.
Kehadiran Gus Iqdam di Trenggalek menjadi bagian dari rangkaian dakwahnya selama bulan Muharram 1447 H.
Ceramah Gus Iqdam yang kerap viral di media sosial memang telah menarik minat banyak kalangan, terutama anak muda yang selama ini mungkin jauh dari dunia pesantren.
Keaktifannya berdakwah lewat media daring membuat namanya cepat dikenal, terutama setelah mendirikan Majelis Sabilu Taubah sejak 2018.
Melalui momentum 1 Muharram ini, Gus Iqdam mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal, meninggalkan maksiat, dan memperbarui niat menuju hidup yang lebih baik.
“Ini bukan sekadar tahun baru, tapi waktu yang Allah muliakan. Mari gunakan untuk hijrah dan hindari maksiat,” pesan penutupnya.
Ceramah Gus Iqdam tak hanya menginspirasi jamaah untuk lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.
Namun, juga menegaskan pentingnya menjadikan bulan Muharram sebagai awal hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah