Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Susuri Perairan Prigi Trenggalek, Pencarian ABK KM Sinar asal Jember Segera Dihentikan, Jika Nelayan Hilang Tak Ketemu

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 11 Juli 2025 | 04:25 WIB

 

Upaya pencarian enam anak buah kapal (ABK) KM Sinar asal Jember yang hilang di perairan Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek memasuki hari terakhir.
Upaya pencarian enam anak buah kapal (ABK) KM Sinar asal Jember yang hilang di perairan Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek memasuki hari terakhir.

TRENGGALEK – Upaya pencarian enam anak buah kapal (ABK) KM Sinar asal Jember yang hilang di perairan Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek memasuki hari terakhir.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di perairan Trenggalek secara intensif sejak kapal tersebut dinyatakan hilang usai berangkat dari perairan Puger, Jember, pada 27 Juni 2025 lalu.

‎Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa operasi hari ini, Rabu (9/7/2025), menjadi batas akhir pencarian sesuai standar prosedur.

Tim SAR dibagi menjadi dua regu. Regu laut melakukan penyisiran hingga radius 10 mil laut dari titik ditemukannya bangkai kapal, sedangkan regu darat menyusuri pesisir Pantai Prigi hingga pulau-pulau kecil di sekitarnya.

“Jika sampai akhir hari ini (kemarin) para korban tidak juga ditemukan, maka operasi SAR akan dihentikan,” terang Bayu, kepada awak media.

‎Bangkai KM Sinar ditemukan dalam kondisi terbalik dan rusak parah di kawasan Teluk Prigi pada akhir pekan lalu.

Namun hingga hari ini belum ada tanda-tanda keberadaan keenam ABK yang ikut dalam pelayaran tersebut.

Dugaan sementara, kapal mengalami kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem atau kerusakan teknis.

‎‎Bayu menyebut telah mengerahkan seluruh sumber daya dalam pencarian, termasuk kapal karet, perahu nelayan, dan alat pendeteksi bawah air.

Tim juga mendapat dukungan penuh dari TNI AL, Polairud, serta sejumlah relawan dari masyarakat.

Meski begitu, kondisi cuaca di perairan selatan Jawa menjadi kendala utama. Gelombang laut yang tinggi disertai angin kencang membuat proses pencarian semakin menantang.

“Cuaca ekstrem menjadi hambatan utama dalam pencarian. Tapi, kami tetap berupaya maksimal,” ujarnya.

‎‎Hingga saat ini, keluarga korban masih menanti kabar pasti terkait nasib enam ABK KM Sinar.

Harapan sempat muncul ketika kabar penemuan kapal pertama kali tersebar, tetapi belum berujung pada kabar baik. (kho/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#abk #nelayan