Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

SDN 1 Gembleb Trenggalek Dapat Dua Siswa, Proses Belajar Mengajar Tetap Jalan

Zaki Jazai • Jumat, 18 Juli 2025 | 05:00 WIB

 

SDN 1 Gembleb di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, akhirnya tak jadi menemani SDN 1 Kendalrejo sebagai runner-up sekolah paling minim murid.
SDN 1 Gembleb di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, akhirnya tak jadi menemani SDN 1 Kendalrejo sebagai runner-up sekolah paling minim murid.

TRENGGALEK - SDN 1 Gembleb di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, akhirnya tak jadi menemani SDN 1 Kendalrejo sebagai runner-up sekolah paling minim murid.

Pasalnya, di detik-detik akhir pendaftaran, SD Gembleb Trenggalek ini mendapat tambahan satu siswa alias sekarang menjadi dua.

Kepala SDN 1 Gembleb Trenggalek, Soenari, membenarkan bahwa tahun ini sekolahnya hanya mendapatkan dua siswa baru. Bahkan pada awalnya jumlah itu hanya satu orang.

"Awalnya hanya dapat satu siswa baru, lalu dapat tambahan satu siswa lagi dari penyaluran," ujar Soenari, Senin (14/7/2025).

Menurut dia, melalui sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025, SDN 1 Gembleb hanya menjaring satu pendaftar.

Namun, setelah dilakukan penyisiran oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan, Olahraga (Disdikpora) Trenggalek, ditemukan potensi siswa lain yang belum mendaftar karena berbagai faktor, termasuk usia.

"Akhirnya dari kebijakan dindik, kita mendapatkan satu murid lagi, sehingga totalnya dua murid," jelasnya.

Minimnya pendaftar di SDN 1 Gembleb, menurut Soenari, disebabkan rendahnya jumlah lulusan dari taman kanak-kanak (TK) di sekitar sekolah.

Salah satunya, TK Dharma Wanita yang berada satu kompleks dengan SDN 1 Gembleb hanya meluluskan empat anak.

"Dari empat anak itu, hanya satu siswa yang melanjutkan ke SDN 1 Gembleb. Lainnya ada yang sekolah ke kota, ada juga yang pindah domisili ikut orang tuanya," tambahnya.

Meski hanya memiliki dua murid di kelas 1, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.

Dalam pelaksanaan masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan (MPLS), siswa kelas 1 sementara digabung dengan siswa kelas 3 agar suasana lebih ramai.

"Dalam MPLS ini untuk sementara kelas 1 kami gabungkan dengan kelas 3, agar temannya lebih banyak tanpa mengurangi esensi pembelajaran," pungkas Soenari.(jaz/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#SDN 1 Gembleb #mpls #trenggalek