Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Alat Pemantau Aktivitas Gunung Kelud di Blitar Hilang Dicuri, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar

Savina Ayu Wardani • Kamis, 11 September 2025 | 22:15 WIB

Kasus pencurian menimpa peralatan vital pemantau aktivitas Gunung Kelud.
Kasus pencurian menimpa peralatan vital pemantau aktivitas Gunung Kelud.

RADAR TULUNGAGUNG - Kasus pencurian menimpa peralatan vital pemantau aktivitas Gunung Kelud. Satu set alat yang terpasang di jalur pendakian via Situs Gadungan, tepat di atas Patung Lembusuro, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar dilaporkan hilang pada Rabu (10/9).

"Nilai kerugian diperkirakan hampir Rp 1,5 miliar. Semua peralatan tersebut merupakan milik Badan Geologi Kementerian ESDM dan ditempatkan di Stasiun Jura, Kabupaten Blitar."

Padahal keberadaan alat ini sangat penting untuk mendeteksi dini aktivitas vulkanik gunung berapi, Pengamat Gunung Api Kelud, Budi Prianto mengungkapkan, kehilangan baru disadari pada Senin (8/9) lalu.

Baca Juga: HEBOH! Muncul Kilatan di Gunung Kelud, PVMBG dan BPBD Kabupaten Kediri Bilang Seperti Ini

Awalnya, dia aktif karena tertutup pohon atau tersambar petir. Ternyata setelah dicek langsung di lokasi, peralatan hilang karena dicuri.

"Alat pemantau tersebut berada  dikelilingi pagar besi 3x5 meter. Namun lokasi itu tidak dijaga sehingga rentan terhadap aksi pencurian. Hilangnya alat ini dipastikan membuat sistem pengamatan Gunung Kelud tidak berjalan maksimal", ujarnya.

Baca Juga: Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo, Panduan Aman dan Seru untuk Pemula

Budi melanjutkan, saat ini pemantauan gempa vulkanik dari sisi selatan Gunung Kelud terganggu. Padahal data ini sangat penting sebagai peringatan dini untuk keselamatan masyarakat.

Apalagi, peralatan yang raib bukan sembarangan. Satu set lengkap alat pemantau aktivitas gunung hilang antara lain, GNSS Leica GR30 beserta kabel, Seismik Broadband Certimus dengan kabel, kabel grounding tower dan penangkal petir, kabel accu Panasonic LCP1275NA, kabel accu, switch huh Moxa,

"Nilai kerugian diperkirakan hampir Rp 1,5 miliar. Semua peralatan tersebut merupakan milik Badan Geologi Kementerian ESDM dan ditempatkan di Stasiun Jura, Kabupaten Blitar. Sedangkan kondisi di lokasi sepi dan pagar bisa diakses dengan mudah," tambahnya.

Baca Juga: Nikmati Keindahan 7 Puncak Gunung Kelud lewat Jalur Pendakian Desa Karangrejo Blitar

Gunung Kelud dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di indonesia. Catatan sejarah menunjukkan letusan besar Kelud pernah menelan ribuan korban jiwa, di antaranya pada 1919 dan 2014.

Karakter letusannya juga unik karena sulit diprediksi kapan terjadi. Maka dari itu, keberadaan alat pemantau sangat vital untuk memantau pergerakan tanah, getaran, dan perubahan bentuk tubuh gunung dengan data tersebut.

Badan Geologi pun bisa memberikan analisis ilmiah sebagai dasar peringatan dini. "Kalau alat ini hilang, otomatis deteksi dini berkurang. Padahal aktivitas vulkanik bisa meningkat sewaktu-waktu tanpa tanda jelas. Inilah kenapa alat itu sangat penting," kata Budi.

Budi dan pihak pengelola membuat laporan kehilangan di Polres Blitar pada Rabu siang. Namun, untuk pemansangan kembali peralatan, Badan Geologi masih mempertimbangkan langkah lebih lanjut.

Nantinya juga direncanakan dipasang dengan pengamanan tambahan, karena risko hilang kembali sangat besar.

Pihaknya berharap ada kerja sama dengan aparat desa, relawan, maupun komunitas pecinta alam untuk membantu pengawasan di lapangan. "Alat ini untuk kepentingan bersama, terutama keselematan masyarakat yang tiggal di sekitar Gunung Kelud. Jadi harus dijaga bersama-sama," pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pencurian #gunung kelud #Alat Pemantau Gunung #blitar