Proyek Perbaikan Jembatan Semampir Kediri Dimulai 15 September Mendatang, Berikut Rekayasa Jalur Lalu Lintas yang Disiapkan
Dharaka R. Perdana• Sabtu, 13 September 2025 | 00:00 WIB
Jembatan Semampir Kediri bakal menjalani renovasi mulai 15 September mendatang dan bakal diikuti rekayasa lalu lintas. (FACEBOOK)
RADAR TULUNGAGUNG - Masyarakat Tulungagung dan sekitarnya, khususnya bus antar kota dalam provinsi tujuan Trenggalek - Tulungagung - Surabaya harus mulai membiasakan diri saat melintasi Kota Kediri.
Alasannya Jembatan Semampir resmi mulai direnovasi pada 15 September hingga 12 November 2025, menyusul keputusan dari rapat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali yang digelar di Sidoarjo pada 22 Agustus 2025.
Penutupan Jembatan Semampir selama lebih dari dua bulan ini dipastikan berdampak signifikan terhadap mobilitas warga Kediri dan daerah sekitarnya yang sering melintasi.
Sebagai jembatan vital penghubung kawasan barat dan timur kota, Jembatan Semampir tidak hanya menjadi jalur utama warga lokal, tetapi juga dilintasi angkutan umum, bus antarprovinsi, dan kendaraan barang.
Kepala Dishub Kota Kediri, Didik Catur, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di pusat kota.
“Rute alternatif sudah ditetapkan dan berlaku untuk bus antarprovinsi, antar kota, kendaraan barang, maupun angkutan umum. Kami bersama Satlantas akan meningkatkan operasi lapangan untuk memastikan lalu lintas tetap terkendali,” jelas Didik.
Selain jalur alternatif, Dishub juga akan memaksimalkan fungsi Area Traffic Control System (ATCS) di pusat kendali lalu lintas Kota Kediri.
Teknologi ini diharapkan bisa membantu pemantauan secara real-time serta mempercepat respons terhadap potensi kemacetan atau gangguan lalu lintas selama masa rehabilitasi berlangsung.
Sementara itu, PPK 2.1 BBPJN Jawa Bali Mahatma Manurung menegaskan bahwa proyek rehabilitasi ini bersifat mendesak.
Jembatan Semampir, yang telah berdiri sejak 1992, saat ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural akibat beban lalu lintas yang semakin meningkat serta perubahan kontur tanah di sekitar aliran sungai.
“Nilai kondisi (NK) jembatan masih layak dilalui, tapi secara visual terlihat lendutan pada aspal yang harus segera diperbaiki,” jelas Mahatma.
Adapun fokus pekerjaan rehabilitasi meliputi penyekrapan aspal, penanganan retakan permukaan, serta perbaikan pada celah antara abutment dan pothier yang tidak boleh melebihi 5 cm.
Berikut beberapa rute alternatif yang diumumkan meliputi:
Surabaya – Tulungagung (bus dan truk barang): Jalan Mayor Bismo – Jalan Mayjend Sungkono – Jalan Diponegoro – JalanHasanudin – Jalan Teuku Umar – Jalan Ahmad Yani – Jalan Letjend Suprapto – Jalan DI Panjaitan – Jalan Kapten Tendean (Sub Terminal PPMB) – Jalan Supersemar – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Sersan Suharmaji – Tulungagung.
Tulungagung – Kertosono – Surabaya (bus dan truk barang): Tulungagung – Jalan Sersan Suharmaji – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Supersemar – Jalan Kapten Tendean – Jalan Letjend Supratman – Jalan MT Haryono – Jalan Brigjen Katamso – Jalan PB Sudirman – Jalan Yos Sudarso – Jalan Mayjend Sungkono – Jalan Mayor Bismo – Surabaya.
Tulungagung – Pare – Surabaya (truk barang): Tulungagung – Jalan Sersan Suharmaji – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Supersemar – Jalan Kapten Tendean – Jalan DI Panjaitan – Jalan Imam Bahri – Jalan Raya Tugurejo – Simpang Lima Gumul – Jalan Raya Kediri–Pare – Surabaya.
Kediri/Tulungagung – Nganjuk: Jalan Sersan Suharmaji – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Supersemar – Jalan Kapten Tendean – Jalan Letjend Supratman – Jalan MT Haryono – Jalan Brigjen Katamso – Jalan Bandarangin – Jalan Agus Salim – Jalan Semeru – Jalan Dr Sahardjo – Jalan Suparjan Mangunwijaya – Jalan Ahmad Dahlan – Jalan Gatot Subroto – Jalan Sersan Bahrun – Nganjuk.
Nganjuk – Kediri/Tulungagung: Nganjuk – Jalan Sersan Bahrun – Jalan Gatot Subroto – Jalan Ahmad Dahlan – Jalan Suparjan Mangunwijaya – Jalan Dr Sahardjo – Jalan Semeru – Jalan Agus Salim – Jalan Bandarangin – Jalan Urip Sumoharjo – Jalan Sersan Suharmaji – Tulungagung.